REVIEW MOTOGP MUSIM 2007

Musim 2006 – ketika permasalahan teknis, kecelakaan, cedera dan Nicky Hayden dikombinasikan untuk mengakhiri 5 tahun kejayaan Valentino Rossi – terlihat seperti sesuatu kejadian yang aneh, yang secara meyakinkan akan dapat dikoreksi dengan cepat pada musim 2007.

Maka, ketika Rossi berada pada grid pertama di pole position untuk musim pembuka di grand prix Qatar, perlombaan — dan mungkin kemenangan — dipandang hanya sebuah formalitas saja. Tetapi pada akhir lap pertama, rider muda Ducati, Casey Stoner, yang hanya baru 17 kali balapan di kelas para raja, mendahului Rossi dengan Ducati Desmosedici GP7-nya yang sangat powerful di trek lurus Losail – dan mengejutkan dunia MotoGP dengan kemenangan pertamanya di kelas para raja dan membuat jarak finish dengan Rossi sejauh 2,8 detik.

Rossi lain waktu memenangkan balapan di Jerez, ketika Stoner hanya finish ke lima, tetapi kemudian the young Australian menang pada dua seri berikutnya dan perluasan ancamannya untuk merebut titel kejuaraan dipertegas pada Grand prix Perancis selanjutnya.

Stoner mungkin tidak menang saat kondisi hujan di Le Mans tetapi, saat skenario terburuk – saat basah dan sirkuit yang berkelok-kelok menghalangi keuntungan dari horsepower Ducati-nya yang sangat powerful – Stoner masih dapat finish di posisi tiga, di belakang jagoan trek basah Chris Vermeulen dan Marco Melandri, dan kembali dengan pasti dapat mengalahkan Rossi.

GP Perancis juga merupakan kampung halaman bagi Michelin dan untuk kedua kalinya pada musim 2007 podium dikuasai oleh pemakai ban Bridgestone yang mengisyaratkan pergeseran yang sangat dramatis dalam kekuasaan antara kedua pemimpin pemasok ban MotoGP tersebut.

Aturan baru musim 2007 memaksa semua rider untuk memilih ban yang akan digunakan sebelum balapan akhir pekan digelar. Bridgestone, yang telah menang empat seri di musim 2006, beradaptasi dengan baik dengan perubahan, membantu para rider-nya membalap secara konsisten – tetapi Michelin mengalami banyak kendala, yang kemudian lebih banyak membuat frustrasi para rider-nya.

Sementara itu, Rossi menyihir Mugello dengan mencatatatkan kemenangan beruntun keenamnya di kampung halamannya, Italia – memperkecil defisit poin terhadap Stoner menjadi hanya sembilan poin saja. Stoner kemudian membalas dengan kemenangan yang mengagumkan atas Rossi di Catalunya, kemudian mendominasi di seri selanjutnya di Donington Park.

GP Belanda berikutnya di Assen menjadi titik balik untuk Rossi setelah bekas juara 5 kali MotoGP itu akhirnya dapat mendahului Stoner head-to-head di trek lurus untuk pertama kali-nya musim itu, tetapi momentum kemenangannya buyar seketika saat dia terjatuh di GP Jerman.

Kemudian Stoner mendominasi Grand prix AS, tepat sebelum liburan musim panas, dan setelah itu di Grand prix Republik Ceko, perebutan titel kejuaraan bagi Rossi telah diletakkan hanya pada seuntai tali

saja – dan bahkan selanjutnya lebih buruk lagi.

Kampung halaman Rossi hanya berjarak sepuluh kilometer saja dari sirkuit Misano, yang kembali menggelar MotoGP untuk kali pertama sejak 14 tahun yang lalu, dan Rossi didukukung penuh oleh suporter tuan rumah yang sangat antusias dan Rossi menempati urutan kedua saat kualifikasi — yang mungkin akan menjadi ajang pamer kekuatan yang sangat mendebarkan bagi Stoner dan Rossi.

Tetapi hal itu tidak terjadi. Sebagai gantinya, Stoner malah memimpin perlombaan dari start hingga finish dan mencatatkan kemenangan yang ketiga kalinya secara beruntun — dan juga merupakan

kemenangan pertama bagi Ducati di daratan Italia kampung halamannya — sedangkan motor Rossi malah berhenti dengan tiba-tiba setelah mesin baru Yamaha-nya, yang mengadopsi klep pneumatic, kehilangan tenaga.

Kegagalan yang memalukan bagi Rossi tersebut memungkinkan posisi juara dunia dapat dikunci oleh Stoner pada GP Portugal selanjutnya, tetapi Rossi kemudian menunda hal tersebut dengan memenangkan kemenangan keempatnya dan merupakan kemenangan terakhirnya di musim 2007, ketika Dani Pedrosa dapat merebut posisi kedua dan memaksa Stoner ke posisi tiga pada GP Portugal.

Satu minggu kemudian Rossi terlihat membuat Casey harus bekerja lebih keras setelah memimpin lomba saat Grand prix Jepang di kondisi basah, tetapi ketika sirkuit telah mengering — yang mengharuskan untuk mengganti ban — Rossi kemudian mengalami permasalahan dengan motor keduanya dan terpuruk keposisi 13, menjadikan Stoner sebagai juara dunia untuk pertama kalinya bagi Ducati dan Bridgestone dengan finish diposisi keenam, yang merupakan posisi finish terburuk bagi Stoner musim itu.

Stoner kemudian merayakan prestasi gemilangnya, dengan kemenangan sempurna di kampung halaman dan didepan para penggemarnya di Phillip Island, kemudian memperoleh kemenangan kesepuluhnya sepanjang musim 2007 di sirkuit Sepang, Malaysia.

Musim itu bagi Rossi menjadi sangat menyedihkan, ketika pemuda 28 tahun itu hanya perlu satu poin saja untuk mengamankan posisi runner-up nya atas Pedrosa saat gelaran akhir musim di Valencia – Rossi mendapat cedera serius di sesi kualifikasi hari Sabtu, membalap dengan rasa sakit di tangan kanannya kemudian motornya didera problem teknis, akhirnya Rossi tidak dapat meneruskan lomba dan tidak menghasilkan satu poin pun.

Pedrosa, yang mendapat banyak menemui kendala di awal musim pada motor Honda RC212V-nya yang kemudian dapat menang di paruh musim saat GP Jerman, mengakhiri musim itu dengan mengingatkan kita akan bakatnya dengan mendahului Stoner dan memenangkan GP seri Valencia – perbedaan 125 poin dengan Stoner pada akhir musim membuat musim itu menjadi musim yang sangat mengagumkan bagi Stoner, yang membawa Ducati menjuarai kejuaraan MotoGP untuk kali pertamanya.

Pedrosa adalah satu-satunya rider Honda yang memenangkan lomba di musim 2007, walaupun rekan tim sepabrikannya dan juara bertahan Nicky Hayden tadinya berapi-api saat seri di Phillip Island – dengan agresif melawan Stoner untuk 10 lap pertama yang kemudian gagal akibat kerusakan mesin. Hayden harus banyak beradaptasi dengan mesin 800cc baru-nya, menyelesaikan musim itu hanya dengan posisi kedelapan di kejuaraan, dengan satu pole position dan tiga podium atas namanya. Bergabung dengan Stoner (10), Rossi (4), Pedrosa (2), Vermeulen (1) dan Loris Capirossi (1).

Debut kemenangan pertama Vermeulen saat kondisi hujan di Le Mans, yang merupakan kemenangan pertama untuk Suzuki sejak Sete Gibernau menang di motor two-stroke 500cc tahun 2001. Sekalipun pernah juara, Vermeulen hanya berada pada posisi 6 di bawah rekan setimnya John Hopkins — yang mendapatkan empat podium atas namanya dan menempati posisi ke-empat pada perolehan poin.

Hopkins akan pindah ke Kawasaki di musim 2008, dan Vermeulen akan disandingkan dengan bekas rekan setim Stoner, Capirossi. Capirossi ikut mengembangkan motor Ducati untuk MotoGP sejak tahun 2003, tetapi bekas juara dunia 125cc dan 250cc tersebut tidak merasa nyaman diatas mesin Ducati. Meskipun demikian, Loris mewarisi kemenangan yang membanggakan di kondisi kering maupun basah di Sirkuit Motegi, yang menyoroti penampilan podium keempatnya tahun itu dan tempat ketujuh pada perolehan poin di akhir musim.

Melandri telah diumumkan sebagai rekan setim Stoner pada musim 2008 pada gelaran di Laguna Seca, tepat sebelum libur musim panas dimulai. Melandri bergabung di tim satelit Honda untuk tiga tahun terakhir, yang secara terbuka mengemukakan kekecewaannya pada HRC (Honda Racing Corp.) musim itu — ketika semua rider RCV non-pabrikan merasa telah ditinggalkan oleh HRC untuk berusaha sebaik mungkin pada suatu situasi yang sangat buruk.

Meskipun demikian, Melandri masih bisa mendapatkan dua posisi kedua, terbantu oleh ban Bridgestone-nya, yang juga membantunya saat cedera di Laguna Seca dan dapat menyelesaikan balapan di posisi kelima. Rekan setimnya Toni Elias memperoleh dua podium, satu sebelum dan satu setelah kecelakaan yang menyebabkan tulang femur-nya patah saat GP Belanda di Assen.

Melandri, Elias dan Alex Barros (posisi tiga di Mugello) adalah satu-satunya pengendara non-pabrikan yang bisa menapaki podium pada musim 2007.

Sepeda motor Kawasaki 800cc mendapat pujian dari seluruh paddock dan seharusnya mampu untuk lebih jauh lagi dibanding cuma satu podium saja — di tangan Randy de Puniet di Motegi — Olivier Jacque telah digantikan oleh Anthony West di seri Donington Park. West akan tetap di Kawasaki untuk musim 2008, dan de Puniet berpindah ke tim Honda LCR.

Honda LCR tidak memakai Checa tahun ini, tetapi Checa – bersama dengan veteran seangkatannya Barros dan Makoto Tamada – mengucapkan selamat tinggal pada gelaran MotoGP di Valencia. Checa dan Tamada akan berpindah ke World Superbike, sedangkan Barros telah memutuskan untuk pensiun dari ajang balapan setelah selama 17 tahun karirnya di kelas para raja (ditambah satu musim di WSBK).

MotoGP menghadapi masalah sepanjang akhir 2007, ketika kegelisahan mengenai pembatasan ban, membisikkan kemungkinan suatu aturan baru penggunaan ban satu Merek saja.

Pertanyaannya adalah apakah MotoGP, sebagai sebuah ajang balap prototipe, perlukah berlanjut seperti musim 2007 – dan menerima konsekwensi ketika salah satu pemasok ban mengalami suatu akhir pekan yang buruk (atau bahkan satu musim buruk) – atau perlukah prioritas utama MotoGP melindungi ‘pertunjukannya’?

Ketika akhirnya suatu kompromi telah dicapai, yang mana kompetisi aturan kebebasan pemasok ban telah diberi kesempatan kedua – tetapi dengan aturan ban yang sedikit dikendurkan untuk membantu memastikan kompetisi tahun depan lebih seimbang, meskipun demikian Rossi bergabung dengan Stoner menggunakan ban Bridgestone di musim 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: