Rossi: “Pressure” Penyebab Stoner Jatuh.

Rossi Mengejar Stoner

Rossi Mengejar Stoner

Valentino Rossi meyakini bahwa pressure yang dia letakkan pada Stoner merupakan faktor kunci sang juara dunia tersebut terjatuh saat sedang memimpin jalannya lomba di GP San Marino.

Untuk kali keduanya berturut-turut, Stoner terjatuh saat memimpin jalannya lomba dan sedang dikuntit oleh Rossi, yang kali ini gemilang juara untuk ketiga kalinya berturut-turut dan memperlebar jarak poin klasemen sebanyak 75 poin.

Pada lap pertama Rossi tertinggal dari Stoner setelah dilewati oleh Dani Pedrosa, tapi kemudian segera dia menyusulnya kembali setelah berhasil melewati Pedrosa dan tertinggal tiga detik dari Stoner sebelum dia terjatuh.

“Dia memaksakan diri, dan dititik seperti itu dia selalu mengambil racing line yang rapat, begitu juga dalam latihan,” ungkap Rossi.

“Sudah pasti dia mengerem terlalu keras dan kehilangan grip roda depannya. Dia tergelincir ketika terlalu memaksa dan saya hampir sepertinya, dia mencoba untuk memperlebar jarak.

“Bagaimanapun juga, seperti banyak kita lihat sebelumnya, jika kita dalam kondisi yang baik khususnya saat balapan kita tidak lebih lambat darinya. Kecuali dua atau tiga kali, saya lebih banyak finis didepan daripada dia.

“Jadi mungkin dia memaksa terlalu keras dan kehilangan grip ban depannya. Hari ini permukaanya sedikit lebih licin. Di tikungan saya juga mendapat beberapa peringatan.”

Tapi sementara Rossi yakin dia mempunyai catatan waktu yang sama dengan Stoner, dia mengakui bahwa dia mungkin saja tidak akan mampu mengejar Ducati merah tersebut.

“Casey terlalu banyak memaksa, tapi dia tidak dapat menjauh dariku,” ujar Rossi dalam konferensi press. “Di beberapa lap saya bertambah, beberapa lainnya saya kehilangan. Ini lomba yang panjang dan saya tidak tahu apakah saya dapat menangkapnya. Tapi bagaimanapun saya senang sebab settinganku baik dan ketika saya melihatnya tergelincir, saya pikir ini baik bagi kami untuk perebutan kejuaraan.”

Lomba di Misano merupakan seri MotoGP yang terdekat dari kota asal Rossi, dan dia membenarkan bahwa tekanan mempengaruhinya sebelum lomba – terutama ketika dia tak dapat melanjutkan lomba di tahun lalu.

“Saya merasa grogi sebelum balap sebab disini di Misano teman-temanku ada semua, seluruh keluargaku juga, hanya anjingku saja yang tidak datang…” ujarnya.

“Jadi sangat sulit untuk berkonsentrasi. Ada banyak tekanan dibelakangku, selalu positif, tapi saya merasa sedikit grogi sebab dalam sesi latihan kami berusaha keras dengan settingan. Juga tahun lalu sangat buruk, mesinnya rusak setelah tiga lap.”

Hasil ini membuat Rossi telah menyamai rekor Giacomo Agostini dengan 68 kali juara di kelas utama – meski Rossi memastikan kepada teman legenda Italianya bahwa rekor keseluruhannya belum terpatahkan.

“Saya berjanji padanya saya tidak akan mencapai rekor yang lainnya, sebab 122 kemenangan – atau 123 seperti katanya – adalah berat, dan begitu pula dengan 15 titel,” canda Rossi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: