Rossi: Motor 800cc Membosankan.

800cc "Membosankan"

800cc, Membosankan.

Juara dunia delapan kali Valentino Rossi menyalahkan peningkatan ketergantungan terhadap alat bantu elektronik di MotoGP sebagai alasan utama berkurangnya pertarungan jarak dekat roda-ketemu-roda di tahun 2008.

Pembalap Yamaha tersebut menggambarkan generasi terakhir motor 800c sebagai “membosankan” dibandingkan pendahulunya dan sementara faktor lain juga berperan, yang mana hal ini memudahkan para pengendara membalap pada batasnya yang memberikan andil terciptanya para pembalap professional seperti seri final di Valencia akhir pekan lalu.

“Sudah pasti 800cc lebih membosankan dibandingkan 990cc: disana terlalu banyak elektronik,” ungkap Rossi. “Sekarang, jika elektronik bekerja dengan baik motor akan hampir sempurna dan gap bertambah, daripada berkurang.

“Sirkuitnya (Valencia) juga perlu disalahkan, sebab Anda tidak dapat mengambil racing line yang berbeda, jadi Anda hanya berbaris saja dibelakang yang lain.”

Rossi dtanyai mengenai fakta bahwa telah dua tahun ini tidak ada pergantian pimpinan di lap akhir, Rossi berkata: “Itu merupakan hal yang buruk. Ini mengkhawatirkan.

“Bagaimanapun juga, ada juga beberapa balapan bagus tahun ini, jadi sirkuitnya juga berperan. Tapi sirkuit seperti Valencia bukan sirkuit yang bagus untuk pertunjukkan ini.”

Rossi menambahkan bahwa dia meyakini bahwa mengurangi ketergantungan terhadap alat bantu elektronik dapat membantu memecahkan masalah ini, dia tidak yakin hal ini akan berlaku di waktu dekat ini.

“Mesin ini didesain atas pertimbangan elektronik, jadi keluaran tenaga mampu menjadi agresif sebab sistem ini akan membantu hal tersebut,” ujarnya. “Kita perlu keluaran tenaga yang lebih halus, untuk mengurangi tenaga, tapi para mekanik bahkan tidak akan mau mendengar hal itu!

“Jadi saat ini Anda dapat saja menjadi begitu agresif, tanpa perlu mempermasalahkan kepresisian ngegas, sebab elektronik pasti akan membantu Anda mengenai hal itu.”

2 Tanggapan

  1. Yup! bener tu!
    tp ros,,dari pada pusing mending minta M1 jg dikasih perangkat elektronik aja.

  2. pertimbangan rossi sebagai jiwa pembalap adalah benar, ketergantungan kepada mesin itu yang dikhawatirkan. dampak yang langsung dirasakan adalah pembalap kurang begitu bisa memberikan soul dalam membalap mereka sendiri. dibutuhkan keberanian, tekad, mental dan skill yang memadai untuk menjadi seorang juara.
    semoga ditahun2 berikutnya motogp dapat memberikan pertandingan yang luar biasa seperti di sirkuit laguna seca tahun 2008. go..go..go rossi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: