Rossi ke Medan (28 Feb) dan Surabaya (1 Mar).

Karpet merah dan tari-tarian tradisional menyambut Valentino Rossi di Medan. Sang juara dunia MotoGP bak pahlawan yang dielu-elukan kehadirannya. “Horas!” sapa Rossi di atas panggung. “Horas, Rossi!”

Hari Minggu 28 Februari 2010 menjadi istimewa untuk warga kota Medan khususnya para penggemar olahraga balap motor. Rossi, pengoleksi sembilan gelar juara dunia di ajang grand prix motor — enam di kelas MotoGP — , hadir sebagai tamu spesial Yamaha, yang sedang berbunga-bunga karena musim ini slogan berbahasa Indonesia “Semakin di Depan” menempel di jersey dan bagian belakang motor yang dipakai Rossi (dan Jorge Lorenzo) sepanjang kompetisi tahun 2010.

Ini adalah kali ketiga Rossi bertandang ke Indonesia. Yang pertama ketika ia masih bermain di kelas 125cc dan melakoni balapan di Sirkuit Sentul di tahun 1996. Yang kedua terjadi pada awal Februari 2009 untuk mengadakan jumpa fans di Jakarta, juga atas sponsor Yamaha.

“Selalu menyenangkan bisa bertemu penggemar di sini, di Indonesia. Saya merasa mendapat begitu banyak dukungan. Sayangnya kita bertemu ketika saya tidak sedang bekerja (membalap–Red). Mudah-mudahan lain waktu saya bisa datang ke sini untuk bekerja (pada sebuah balapan),” tutur pria asal Urbino, Italia, tersebut.

Gaya Rossi yang santai dan menghibur memang cukup kentara dalam kunjungannya di Medan. Walaupun masih dalam keadaan lelah karena sehabis mengikuti sesi ujicoba di Sepang, Malaysia — Rossi mendarat di Medan pada Sabtu malam — ia tampak berusaha terlihat menyenangkan.

Pada pemunculan pertamanya di depan publik di Grand Aston, Rossi langsung menciptakan derai tawa hadirin. Pada acara jumpa pers, seorang wartawan menyodorkan empat pertanyaan sekaligus. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut sang bintang adalah, “Maaf, saya lupa pertanyaan pertama Anda.”

Tentu saja Rossi mengatakan itu dengan maksud bercanda, karena ia kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Dalam pertemuannya dengan jurnalis ia mengungkapkan banyak hal mulai dari persiapannya menghadapi musim ini sampai hal-hal di luar balapan.

Sesi berikutnya adalah jumpa fans dengan orang-orang yang telah diseleksi pihak panitia (YMKI). Rossi muncul dengan penuh gaya. Setelah pembawa acara memperkenalkan dirinya, ia muncul dari balik layar panggung, dengan menaiki sepeda motor Yamaha, dengan lampu depan menyala. Ratusan penonton langsung melupakan tempat duduknya untuk merapat ke pinggir panggung, supaya bisa lebih dekat dengan atlet pujaannya.

Di situ Rossi meladeni langsung pertanyaan dari para penggemar. “Karena saya orang Italia, saya paling suka pasta,” tukas dia saat ditanya seorang peserta tentang makanan favoritnya.

Lalu ada pertanyaan lain, tipe wanita seperti apa yang ia dambakan. Rossi tidak menjawab dengan kata-kata melainkan dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah seorang penonton wanita. Suasana pun heboh lagi oleh teriakan-teriakan histeris penonton, tak ubahnya sedang menonton konser musik.

Seorang penonton bertanya, “Kapan Anda akan memakai kostum Italia lagi, seperti waktu Anda memakai baju (Marco) Materazzi di final Piala Dunia 2006?” Rossi menjawab, “Kalau Italia juara dunia lagi. Tapi sepertinya kali ini sulit.” Nah lho!

Masih soal sepakbola, Rossi ditanya siapa pemain favorit di tim favoritnya, Inter Milan. “Semua pemain Inter saya suka. Misalnya Mario Balotelli dan Diego Milito. Saya belum pernah bertemu Balotelli, tapi saya rasa dia pemain yang bagus.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan Rossi ke Sentral Yamaha Medan di Jl. Adam Malik No. 30. Ratusan orang yang menantinya dengan tidak sabar akhirnya bisa melihat sang bintang sekitar jam 2 siang. Layaknya pejabat atau orang penting, panitia menyiapkan karpet merah untuk dilalui Rossi.

Begitu Rossi datang, enam anak-anak berpakaian adat menyambutnya dengan tarian. Selembar kain ulos khas Sumatera Utara, yang di bagian belakangnya dituliskan nomor 46, dikenakan kepada dia. Begitu didaulat naik ke podium, sambil menebar senyum Rossi pun melambai-lambaikan tangannya kepada penonton. “Rossi, Rossi, Rossi … ” warga pun meneriakkan namanya.

“Ini luar biasa. Kami sangat senang dengan sambutan orang Indonesia. Mereka masyarakat yang menyenangkan. Kami tidak menyangka sambutan buat Rossi sebegitunya hebatnya di sini,” tutur manajer tim Fiat Yamaha dan Rossi, Davide Brivio, kepada detiksport.

Setelah melihat isi kantor dealer Yamaha, terakhir Rossi naik ke panggung yang telah disiapkan panitia. Ia memberi kenang-kenangan kepada empat anak yatim piatu perwakilan dari empat agama. Lalu ia memberi pidato singkat, yang didahului dengan salam khas Medan, “Horas!” Penonton pun membalasnya dengan seruan yang sama penuh semangat: “Horas, Rossi!”

Rossi mengatakan dirinya sangat senang bisa datang ke Indonesia lagi dan berterima kasih atas segala sambutan yang ia terima. Hari itu juga Rossi meninggalkan Medan untuk mengunjungi satu lagi kota di tanah air, di mana ia akan bertemu fansnya di Surabaya pada hari Senin (1/3/2010). (A2S/KRS).

sumber:detiksport

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: