Rossi “Dibenarkan” oleh Podium di Le Mans.

Valentino Rossi mengatakan podium di Le Mans membuktikan dia masih dapat memberikan sesuatu saat menunggangi motor yang kompetitif.

Valentino Rossi telah menghadapi berbagai pertanyaan yang berkembang tentang kemampuannya untuk menemukan kembali kehebatannya sejak kepindahan dari Yamaha ke Ducati, terutama ketika dia terlampaui catatatan waktunya oleh rekan setimnya Nicky Hayden di musim pembuka 2012 di Qatar.

Namun Rossi mengatakan masih percaya bahwa dia bisa bertarung di jajaran depan, oleh karena itu senang dapat merebut kesempatan yang disajikan kepadanya oleh sirkuit Le Mans yang basah.

“Saya sudah mendengar banyak hal tentang saya akhir-akhir ini, [dan] jujur itu membuatku kesal,” ujar Rossi kepada Gazzetta dello Sport. “Seolah-olah aku sudah tua di umur 33, tapi aku tidak. Saya merasa dalam kondisi yang baik dan saya memiliki kesempatan untuk menunjukkan hal itu.”

Juara dunia tujuh kali tersebut menambahkan bahwa menang atas Casey Stoner di Perancis hampir lebih berharga daripada finis terbaik yang pernah didapatnya untuk Ducati.

Rossi telah menikmati ketegangan dan terkadang sengit balapan dengan Stoner sejak kedua pembalap tersebut bertarung memperebutkan kejuaraan musim 2007.

Mereka menyajikan salah satu balapan kelas atas beberapa tahun terakhir di Laguna Seca pada 2008, sementara baru-baru ini Rossi bertanggung jawab atas satu-satunya “Tidak Finis” Casey Stoner di tahun 2011 setelah ia terjatuh dan meluncur menabrak Stoner di Jerez.

Rossi mengatakan ia menangani Stoner mirip dengan saingan terbesarnya, Max Biaggi dan Sete Gibernau, dan senang sekali dapat mengalahkannya.

“Setelah berhasil mengalahkan dia membuat saya sangat senang, hampir lebih dari naik podium — saya rasa ini sudah keenam kalinya,” ujar Rossi.

“Saya menempatkan dia pada tingkat yang sama seperti saya bersaing dengan Biaggi dan Gibernau. Tahun lalu di Jerez saya menabrak dia, sedangkan saat ini saya lebih berhati-hati.”

Meskipun kepuasannya atas hasil Le Mans, Rossi memperingatkan bahwa Ducati masih jauh dari kemenangan di kondisi kering.

“Tempat kedua tidak seperti kemenangan,” tegasnya. “Kami ingin belajar bagaimana untuk dapat cepat saat kondisi kering seperti saat kondisi basah. Bila Anda mengharapkan hujan, itu berarti Anda berada dalam masalah.

“Kami belum mengerti kenapa, tapi Ducati jauh lebih baik saat kondisi basah. Itu adalah sebagian besar dari semua kesuksesan motor (balap).”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: