Stoner 1st, Rossi 2nd, Pedrosa 3rd – Hasil Balapan GP Inggris.

Minggu, 22 Juni 2008

Hasil keseluruhan Grand Prix Inggris di Donington Park, ronde ke-8 Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2008.

James Toseland pembalap tuan rumah yang berhasrat untuk naik podium di kampung halamannya sendiri harus menelan pil pahit, setelah kegagalannya di sesi kualifikasi untuk mencatat waktu terbaik, saat balapan baru berlangsung beberapa detik di tikungan pertama dia terjatuh dan tertinggal jauh dari pembalap lain dan meskipun dapat kembali ke lintasan dia harus puas di posisi buncit dan di overlap oleh banyak pembalap.

Casey Stoner sang Juara Dunia yang di sesi latihan bebas selalu tercepat baik di waktu hujan ataupun kering akhirnya dapat menampilkan performa terbaiknya kembali setelah kemenangan terakhir di Qatar seri pembuka lalu, sempat didera berbagai masalah di seri-seri sebelumnya, di Donington Park Stoner langsung melesat dari pole position memimpin balapan dari lap awal hingga akhir dan tak dapat terkejar oleh Valentino Rossi yang berada dibelakangnya.

Valentino Rossi harus puas berada di posisi dua sejak awal lap dan sempat beberapa kali di dahului oleh Pedrosa beberapa lap namun Rossi akhirnya dapat lepas dari kejaran Pedrosa di lap-lap akhir.

1. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 44min 44.982 secs
2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 44min 50.771 secs
3. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 44min 53.329 secs
4. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 44min 57.660 secs
5. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 44min 59.783 secs
6. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team (M) 45min 0.672 secs
7. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 45min 3.178 secs
8. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 45min 6.648 secs
9. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 45min 14.336 secs
10. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 45min 26.012 secs
11. Toni Elias SPA Alice Team (B) 45min 29.408 secs
12. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 45min 31.181 secs
13. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 45min 33.713 secs
14. Ben Spies USA Rizla Suzuki MotoGP (B) 45min 34.573 secs
15. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 46min 7.168 secs
16. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 46min 15.003 secs
17. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 45min 32.234 secs

Tidak Finis:
John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 24min 18.021 secs

Iklan

Stoner Masih Ragu Debut Awal dengan GP9.

Casey StonerCasey Stoner pikir barangkali akan “sulit” membalap dengan Ducati Desmosedici GP9 tahun depan untuk musim 2008.

Juara Dunia MotoGP Casey Stoner ragu untuk memberikan kemungkinan kepada mesin Ducati GP9, yang mengadopsi rangka full carbon untuk memulai debut balapnya.

Stoner diminta untuk mengendarai mesin baru yang masih experimental tersebut di hari pertama pengujian paska-balap lalu di Catalunya, untuk memastikan bahwa pengembangannya berada di arah yang benar.

Meskipun menggunakan rangka yang revolusioner, pemuda Australia tersebut langsung lengket dengan GP9, mencatatkan waktu terbaiknya di hari pertama menggunakan ban kualifikasi.

Stoner merupakan satu-satunya pembalap yang dapat menjinakkan GP8 tahun ini – dan menang di seri pembuka awal musim MotoGP di Qatar – tapi dia juga mengalami masalah dengan pengendalian, memunculkan usulan bahwa GP9 yang menjanjikan itu dapat tampil nantinya di musim ini.

Stoner tidak sepenuhnya mengenyampingkan begitu saja yang terjadi, tapi pikirnya ini mungkin akan sulit.

“Pada hari pertama di Catalunya kami telah menguji GP9 baru, untuk memastikan kami senang dengan kemana nanti arah kedepannya,” ungkapnya di Donington Park.

“Ducati merupakan pabrikan kecil akan sulit mendapatkan motor yang baru keluar untuk tahun ini.

“Jadi kami kembali dengan GP8 di hari kedua dan membuat beberapa perbaikan dengan manajemen mesin untuk sedikit menenangkan tenaga motor, yang mana dapat membantu kami disini,” ungkap Stoner.

Stoner menang di GP Inggris musim lalu dalam kondisi basah dan, saat ini Stoner tertinggal 50 poin dengan pemimpin klasemen sementara 2008 Valentino Rossi.

Bos Ducati Tetap Tenang Walaupun ‘Gap’ Bertambah.

Casey StonerBos tim Ducati Livio Suppo tetap tenang mengenai perolehan angka Casey Stoner dengan pemimpin klasemen Valentino Rossi dan Dani Pedrosa.

Walaupun Stoner dapat kembali naik podium di Spanyol hari Minggu lalu di posisi ketiga, pemuda Australia tersebut melihat bahwa lawan utamanya finis di depan dan memperlebar jarak dengannya di perolehan angka sementara.

Stoner sekarang terpaut 50 angka dibelakang Rossi dan 43 angka dengan Pedrosa setelah tujuh seri berlalu.

Suppo berkata sebagian besar karena peruntungan yang buruk, termasuk finis Stoner di seri Perancis yang sama sekali tidak menghasilkan angka (di luar 15 besar).

“Dengan pasti sebagian besar angka tersebut hilang karena masalah yang didapat di Perancis dan beberapa masalah lainnya, sedikit nasib buruk,” ungkap Suppo kepada televisi Italia1.

“Jika Casey dapat melakukan balapan seperti yang dilakukannya hari ini (GP Catalunya) dia akan lebih dekat. Balapan seperti yang satu ini, sama seperti tahun lalu ketika Casey menang bertarung dengan Valentino, tidak mengapa jika Anda dapat baik seperti ini dan sedekat ini.

“Masalahnya hari ini adalah bahwa Dani sepenuhnya berbeda dan catatan waktunya mengejutkan. Selamat kepada dia dan Michelin, mereka melakukan pekerjaan yang bagus hari ini. Dan untuk Valentino dan Casey, Rossi menang pertarungan hari ini dan itu tak mengapa.”

Baca lebih lanjut

Hasil Kualifikasi – GP Catalunya, Spanyol.

Lorenzo fall at catalunyaJorge Lorenzo fall at catalunya

Hasil kualifikasi kesulurahan GP Catalunya di Barcelona,  ronde ke-7  Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2008.

Jorge Lorenzo dipastikan absen di GP Catalunya kali ini akibat kecelakaan yang dialaminya di sesi latihan bebas, Jum’at sore kemarin dan harus melakukan pemerikasaan lebih lanjut di bagian kepala karena setelah terjatuh sempat kehilangan kesadaran. Walaupun kondisinya sementara ini baik setelah CAT & MRI scan namun masih perlu observasi lebih lanjut untuk 48 sampai 72 jam kedepan.

  1. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 1min 41.186 secs
  2. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 1min 41.269 secs
  3. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 1min 41.437 secs
  4. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 1min 41.571 secs
  5. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 1min 41.609 secs
  6. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 1min 41.820 secs
  7. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 1min 42.053 secs
  8. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 42.365 secs
  9. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 1min 42.427 secs
  10. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 1min 42.580 secs
  11. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 42.643 secs
  12. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 42.648 secs
  13. Toni Elias SPA Alice Team (B) 1min 42.808 secs
  14. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 1min 42.819 secs
  15. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 1min 43.204 secs
  16. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 1min 43.719 secs
  17. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 1min 44.558 secs

Catatan waktu latihan bebas tercepat:
Casey Stoner SPA Ducati Marlboro (B) 1min 43.013secs (FP3)

Grand Prix Catalunya 2007 – 10/06/2007:
Pole position: Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha (M) 1min 41.840secs
Fastest lap: John Hopkins USA Rizla Suzuki (B) 1min 43.252secs

Free practice times (gabungan) – Shanghai.

Jorge LorenzoJorge LorenzoJorge Lorenzo

Catatan waktu latihan bebas keseluruhan (gabungan 1 dan 2) GP China di Shanghai, ronde ke-4 MotoGP musim 2008.

Juara Dunia Casey Stoner merupakan pembalap tercepat di sesi kedua (sore), tapi catatan waktu pagi hari oleh Rossi tetap tak terkalahkan.

Jorge Lorenzo tidak melakukan latihan bebas sore hari akibat kecelakaan yang dialaminya di sesi pagi hari, yang berakibat dia mengalami retak dibagian pergelangan kaki kirinya dan luka memar di kaki kanan.

  1. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 1min 59.906 secs *
  2. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 2min 0.163 secs
  3. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 2min 0.361 secs
  4. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 2min 0.553 secs
  5. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 2min 0.591 secs
  6. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 2min 0.607 secs
  7. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 2min 0.931 secs
  8. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 2min 0.964 secs
  9. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 2min 0.974 secs *
  10. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 2min 1.064 secs
  11. Toni Elias SPA Alice Team (B) 2min 1.326 secs
  12. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 2min 1.504 secs
  13. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 2min 1.798 secs
  14. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 2min 1.913 secs
  15. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 2min 1.984 secs *
  16. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 2min 2.026 secs *
  17. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 2min 2.348 secs
  18. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team (M) 2min 2.480 secs *

* catatan waktu FP 1

GP China 2007 – 06/05/2007:
Pole position: Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha (M) 1min 58.424secs
Fastest lap: Casey Stoner AUS Ducati Marlboro (B) 1min 59.857secs

Stoner Jeblok (lagi) di Sirkuit Jerez.

Casey StonerAwal musim 2008 ini seperti mengulangi awal musim tahun lalu dimana seri pertama (Qatar) Stoner begitu powerful dan seri selanjutnya (Jerez) Stoner melempem. Bagi Stoner finis di Jerez musim ini lebih jelek ketimbang tahun lalu dimana musim 2007 Stoner dapat finis ke-5, sedangkan saat ini hanya dapat finis di posisi ke-11.

Selain performa pembalap lain yang cukup bagus, faktor sirkuit juga memiliki andil atas kegagalan Casey Stoner di sirkuit Jerez pada Minggu (30/3/2008).

Tidak cocoknya paket motor (ducati+bridgestone) dengan karakter sirkuit Jerez menjadi alasan utama Stoner mengapa dirinya tampil buruk di seri kedua MotoGP 2008 ini. Faktor itu pula yang membuatnya keluar lintasan dan masuk gravel hingga dua kali.

“Sirkuit ini sepertinya tak cocok dengan paketan motor kami. Sayangnya saya sempat telat melakukan pengereman. Padahal saya tidak merasa mengubah posisi pengereman, tapi saya tetap tidak mampu mengurangi kecepatan di tikungan dan harus keluar lintasan,” ungkap Stoner.

“Harusnya memang ada konsistensi penampilan di setiap seri, tapi ada beberapa lintasan di mana tiap motor pabrikan tidak selalu bekerja dengan baik,” lanjutnya.

Terlepas dari semua itu, Stoner mengakui bahwa penampilannya di Jerez cukup buruk. Imbasnya posisi pembalap Ducati itu di klasemen pun anjlok keurutan empat dengan 30 angka.

“Saya pikir kami masih bisa berharap untuk beberapa seri ke depan karena performa motor akan lebih baik di sirkuit lainnya, dan mungkin kami bisa berburu kemenangan lagi. Tapi yang pasti, akhir pekan ini bukan milik kami,” tegas Stoner lagi.

Bagaimana performa Stoner selanjutnya di Estoril Portugal? dimana musim lalu Rossi berhasil menjuarai seri Estoril, apakah ketangguhan Stoner masih berlaku … kita tunggu dua minggu lagi, tepatnya tanggal 13 April.

Bos Ducati Memuji Stoner “Tak Terkalahkan”

Casey Stoner

Bos tim Ducati Livio Suppo memberikan pujian kepada juara dunia Casey Stoner sebagai “Hampir Tak Terkalahkan” setelah memperlihatkan dominasinya pada seri perdana musim 2008 yang digelar di Qatar minggu lalu (9/3/08).

Pembalap Ducati dari Australia tersebut memulai sebagai seorang juara bertahan dengan gaya yang sempurna, dan memenangi seri perdana MotoGP yang diadakan pada malam hari untuk pertama kalinya dalam sejarah Grand Prix motor, melintasi garis finish dengan jarak lima detik dari pembalap dibelakangnya, Jorge Lorenzo.

“Casey telah melakukan pekerjaan yang mengagumkan seperti biasanya,” tegas Suppo kepada situs resmi MotoGP. “Pada lap-lap awal memang sangat sulit tapi ketika dia telah menemukan ritmenya dia langsung melesat mengasapi lawannya satu demi satu.

“Setiap kali Casey menjejak di sirkuit dia hapir tak terkalahkan, jadi kami mesti berterima kasih kepadanya. Motornya masih bekerja sempurna, top-speed dan kelincahannya masih didapat, dia menguasai sepenuhnya.

“Ini merupakan suatu paket yang bagus, ini merupakan suatu paket Juara Dunia dan saya rasa Casey telah membuktikan mengapa dia memakai nomor satu pada motornya.

Berlawanan dengan kegemilangan Stoner, rekan satu timnya Marco Melandri berlanjut didera masalah dengan catatan waktunya, hanya dapat finish di posisi 11 dari 16 pembalap.

Suppo berpendapat bahwa Melandri perlu untuk membangun kepercayaan diri dengan motornya sebelum dia dapat bagus seperti Stoner.

“Saya rasa Marco sebenarnya hanya perlu membalap,” ungkap Suppo. “Pada pertengahan lomba dia mendapatkan beberapa catatan waktu yang lumayan dan saya harap ini akan membantunya membangun kepercayaan diri dengan paket yang telah dia dapatkan.

“Dia tahu paket ini dapat memenangkan balapan dan kejuaraan dunia, jadi dia hanya perlu yakin saja dengan paket yang telah dia miliki.