Rossi Gagal Raih Target Posisi Finis di Aragon.

Harapan Valentino Rossi dapat finis enam besar di Aragon pupus di awal lap pertama, saat bintang Ducati tersebut hampir saja bersinggungan dengan Jonathan Rea –pembalap pengganti Stoner dari Repsol Honda Team– saat pengereman untuk belokan terakhir sebelum lintasan lurus. Rossi kemudian tidak dapat berbelok dan lurus keluar lintasan, namun dapat meneruskan balapan terpuruk ke posisi 21.

“Ini memalukan tentang kesalahan pada lap pertama,” ujar Rossi. “Saya sedikit lebih cepat dari Rea, dan ketika kami menuju tikungan ia mengerem sedikit lebih awal, saya keluar ke arah kanan. Dia tidak bisa melihat saya dan mendorong saya dekat dengan pinggir lintasan, dan aku langsung menghindarinya. Saya harusnya mengarah ke dalam, bukan ke luar.

“Tanpa kejadian itu, saya pikir saya bisa bertarung dengan Bautista untuk tempat keenam, yang merupakan potensi kami di trek Aragon. Bahkan, motor berjalan lebih baik saat balapan daripada dalam latihan bebas, dimana kita banyak kehilangan akselerasi baik di kondisi basah atau kering.

“Kami membuat beberapa perubahan setelah pemanasan, dan itu membantu kami konsisten pada kecepatan yang layak dalam balapan, tanpa menghabiskan ban terlalu banyak. Ini adalah tanda positif, mengingat bahwa kita juga mampu melakukan itu di Misano.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi juga benar bahwa bagi kita ini mungkin trek paling sulit di antara semua trek yang tersisa di musim ini, jadi kami berharap dapat lebih kompetitif di Motegi dalam dua minggu.”

Seri Aragon merupakan balapan kedua Rossi dengan Ducati menggunakan sasis dan lengan-ayun terbaru. Manajer tim Vittoriano Guareschi merasa bahwa cuaca buruk saat latihan bebas membuat mereka kesulitan, namun terkesan dengan keputusan set-up.

“Dengan rangka dan lengan-ayun baru, ini adalah masa dimana kami perlu untuk mencoba sebanyak mungkin, tetapi satu-satunya kondisi kering adalah saat sesi kualifikasi, saat lebih penting untuk mencari catatan waktu yang baik daripada mencoba pengaturan-pengaturan yang berbeda,” ungkapnya.

Iklan

Rossi Berhati-hati Akan Kemajuan Ducati di Aragon.

Valentino Rossi meyakini empat balapan berikutnya akan memberikan pandangan lebih mengenai tingkat daya saing Ducati, dimulai dari Aragon akhir pekan ini.

Sang pemegang gelar juara dunia tujuh kali pada balapan lalu di Misano mencetak hasil terbaiknya dengan motor Ducati, ketika ia finis di posisi ke-2 dalam kondisi sirkuit kering.

Tetapi, Rossi menambahkan bahwa butuh lebih banyak waktu untuk melihat sejauh mana kemajuan Ducati sebenarnya sejak memperkenalkan sasis dan lengan-ayun terbaru.

“Ini adalah ujian besar bagi kami dan kami akan menguji kembali data ini, karena di Misano merupakan akhir pekan yang baik dan balapan yang hebat bagi kami,” ujarnya tentang seri MotoGP di San Marino lalu.

“Sekarang di empat seri berikutnya kita berkesempatan untuk melihat apakah kita telah membuat langkah maju yang sebenarnya.

Rossi mengakui bahwa ujicoba paska-balap di Misano telah mengungkapkan lebih lanjut informasi lainnya.

“Kami menemukan sesuatu yang saya tidak suka, tapi juga sesuatu lain yang terlihat lebih baik dibandingkan dengan saat hari Minggu,” ungkapnya.

“Jadi besok kita akan uji dan jika kondisi baik kita akan mencoba memahami apakah ini sedikit langkah kecil kedepan.”

Ducati Makin Oke, Rossi Tak Menyesal Putuskan Pergi.

Menjelang kepergian Valentino Rossi, Ducati justru menunjukkan performa yang kian membaik. Sudah terlanjur menyatakan akan hengkang, The Doctor sama sekali tak menyesal.

Rossi mengumumkan kepindahannya dari Ducati ke Yamaha pada 10 Agustus lalu. Saat ini dia memang tengah dalam kekecewaan besar karena dalam kurun dua tahun membela Ducati prestasi terbaiknya sangat minim.

Tapi paket motor baru Ducati yang digunakan di MotoGP San Marino akhir pekan kemarin ternyata mampu membuat Rossi tampil sangat baik. Terpaut tipis dari peraih pole di sesi kualifikasi, rider 33 tahun itu kemudian finis di posisi kedua. Ini adalah raihan terbaik Rossi bersama Ducati, dalam kondisi lintasan kering.

Setelah sebelumnya menyebut tak akan bisa menandingi Jorge Lorenzo saat nanti berada di Yamaha, Rossi menyebut kalau dirinya tak menyesal meninggalkan Ducati.

“Saya tidak menyesal. Sebagai seorang profesional saya akan melakukan yang terbaik hingga siang hari saat balapan,” sahut Rossi dalam wawancaranya dengan Motosprint.

“Saya berusaha keras mendapatkan hasil yang baik, untuk berbagai alasan tapi terutama karena satu hal ini: jika di akhir tahun kami meninggalkan sebuah proyek yang bagus yang akan bisa digunakan oleh pembalap lain, itu artinya saya dan tim ini telah bekerja dengan baik,” lanjut Rossi seperti dikutip dari Autosport.

Rossi juga membantah anggapan kalau dirinya mengambil keputusan meninggalkan Ducati terlalu cepat. Disebutnya, dengan usia yang sudah beranjak senja, mengambil keputusan cepat sangat penting.

“Saya mengambil keputusan lebih awal karena kita hidup dalam waktu di mana Anda harus menentukan masa depan Anda di awal musim, dan usia saya juga punya pengaruh di dalamnya – itu dia, saya butuh mendapatkan hasil secepat mungkin.”

“Andaikan sasis (baru) itu ditemukan lebih awal, bagaimanapun saya sudah menjalani waktu terlalu lama tanpa ada kemajuan (di Ducati),” tuntas dia. ( din / roz )

source: detiksport

Valentino Rossi Tidak Bisa Lagi Menunggu Ducati.

Valentino Rossi tak punya waktu menunggu program MotoGP Ducati untuk menjadi kompetitif, dan lagi membuat langkah paling berani dengan kembali ke Yamaha berpasangan dengan Jorge Lorenzo.

Itu adalah pandangan penasihat Rossi dan mantan bos tim Yamaha Davide Brivio, yang juga percaya diri bahwa Rossi pada akhirnya akan mampu mencapai kesuksesan di Ducati.

Sudah pasti pada hari Jumat lalu Rossi berhenti setelah dua tahun kontrak dengan Ducati untuk kembali ke Yamaha, di mana sebelumnya ia telah membalap dari tahun 2004 sampai 2010, memenangkan 4 kejuaraan dunia dan menjuarai 46 seri balapan bersama Yamaha.

Brivio meninggalkan Yamaha pada saat yang sama dengan Rossi dan terus bekerja dengannya sebagai penasihat. Dia mengatakan pada tahap ini dalam karir Rossi, ia tidak bisa lagi menunggu Ducati untuk kembali berjaya.

“Ini bukanlah pilihan yang mudah. Ducati bisa menjadi proyek yang berhasil, tapi membutuhkan waktu. Terlalu banyak waktu bagi pembalap yang berumur 33 tahun,” ungkap Brivio kepada Gazzetta dello Sport.

Dia mengatakan Rossi seharusnya tidak menyesal telah membalap bersama Ducati.

“Adalah benar telah mencoba dan melaluinya,” Brivio bersikeras. “Hubungan yang baik dalam hal suasananya, sudah dua tahun mencapai hal yang positif. Apa yang kurang hanyalah pada hasilnya, yang merupakan hal yang paling penting.”

Brivio menggambarkan keputusan Rossi untuk mengukur diri terhadap pemimpin kejuaraan saat ini, Jorge Lorenzo, di tim yang sama sebagai langkah “berani”.

“Dia telah mengambil jalan yang paling sulit, karena dibutuhkan keberanian untuk menantang Lorenzo, saat ini dia (Lorenzo) berada dalam bentuk terbaiknya, dengan motor yang sama,” ujar Brivio.

“Rossi menempatkan dirinya dipertaruhkan dan telah kehilangan segalanya, Anda perlu keberanian untuk itu. Dia menunjukkan bahwa Rossi masih memiliki banyak motivasi untuk kembali menang.”

Ketika Rossi meninggalkan Yamaha untuk Ducati, sebagian besar krunya mengikutinya — termasuk kepala mekanik terkenal, Jeremy Burgess, yang sebelumnya juga pindah dari Honda ke Yamaha bersama Rossi. Brivio tidak bisa mengkonfirmasi apakah Burgess akan kembali ke Yamaha sebagai bagian dari kesepakatan baru Rossi.

“Vale telah menyatakan keinginannya, sekarang terserah kepada Yamaha untuk memutuskan,” ungkapnya.

Valentino Rossi Resmi Keluar dari Ducati!

Telah resmi diumumkan bahwa superstar MotoGP, Valentino Rossi, akan mengakhiri kontraknya dengan Ducati pada akhir 2012.

Rossi pindah ke Ducati dengan tujuan mencoba menjadi pembalap pertama menang kelas premier dari tiga pabrikan yang berbeda, tetapi malah hanya dapat dua kali naik podium saja dari 27 balapan yang dimulai bersama Ducati.

Sebuah pernyataan dari Yamaha akan keluar tak lama lagi, membenarkan kembalinya Rossi ke tim dimana dia memenangkan empat dari tujuh gelar juara dunianya di MotoGP.

“Selagi MotoGP menanti Grand Prix di Indianapolis tanggal 19 Agustus, Ducati mengumumkan bahwa hubungan kerjanya dengan Valentino Rossi akan berakhir pada akhir Kejuaraan Dunia MotoGP 2012,” ujar pernyataan Ducati.

“Ducati berharap kebaikan untuk Rossi pada tantangan baru yang akan menanti dia, dan sementara itu, tim akan terus memberikan upaya terbaik dalam rangka meningkatkan kinerja selama bagian akhir dari musim yang berjalan.

“Balapan selalu ada dalam DNA Ducati, dan sekarang lebih dari sebelumnya, merupakan bagian integral dari pengembangan produk perusahaan dan gambaran dari Borgo Panigale. AUDI berbagi pendekatan strategis Ducati dan setuju dengan komitmen yang tumbuh untuk kompetisi.

“Oleh karena itu, setelah baru-baru ini memperbaharui perjanjian dengan Nicky Hayden, Ducati dalam proses finalisasi tim yang akan ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia 2013, yakin bahwa tim dan motor akan mampu bersaing di tingkat tertinggi.”

Di antara pesaing terkemuka untuk mengambil tempat Rossi di Ducati adalah pembalap Yamaha Tech 3, Andrea Dovizioso atau Cal Crutchlow, yang keduanya berharap memiliki motor M1 pabrikan yang harapan mereka digagalkan oleh kembalinya Rossi.

Rossi sementara ini berada di posisi kedelapan dalam kejuaraan dunia 2012, dua poin di bawah rekan setimnya di Ducati, Nicky Hayden. Pada tahap yang sama Rossi pada musim lalu berada di posisi kelima di klasemen pembalap dengan 108 poin.

Pengumuman Kepindahan Rossi ke Yamaha telah Ditetapkan?

Menurut sebuah sumber mengatakan konfirmasi Valentino Rossi akan kembali ke Yamaha bisa saja cepat diumumkan minggu depan saat Grand Prix MotoGP mengunjungi Indianapolis.

Spekulasi apakah Rossi akan kembali menandatangani kesepakatan dengan Ducati atau menerima tawaran untuk kembali bergabung dengan pabrikan dimana ia memenangkan empat Kejuaraan Dunia MotoGP telah mendominasi berita utama Grand Prix MotoGP dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, menurut Gazzetta dello Sport, Rossi telah memutuskan untuk meninggalkan Ducati setelah dua musim yang buruk dan kembali ke Yamaha dimana kesepakatan tersebut menurut harian olahraga Italia terkemuka mengatakan akan dikonfirmasikan pada awal GP Indianapolis dimulai yaitu pada tanggal 15.

Jika langkah Rossi ke Yamaha diumumkan, maka usailah hubungan jangka pendek yang tidaklah manis dengan Ducati dimana hingga kini hanya menghasilkan dua kali naik podium dari 27 balapan.

Kesepakatan, yang mana Rossi akan menggantikan tempat Ben Spies di Yamaha dan berpasangan dengan pemimpin kejuaraan saat ini Jorge Lorenzo, juga akan memicu kebingungan perubahan di grid.

Cal Crutchlow telah banyak diisukan akan menggantikan tempat Rossi di Ducati, tapi kesepakatan yang akan datang belum tentu akan datang seperti yang diharapkan, sementara Andrea Dovizioso yang kecewa dan Ben Spies telah dikaitkan akan berhenti dari MotoGP sama sekali demi melangkah ke World Superbike.

Saat ini, Lorenzo telah kembali menandatangani kontrak dengan Yamaha, Repsol Honda telah sepakat mengontrak Marc Marquez untuk menggantikan Casey Stoner yang pensiun dan berpasangan dengan Dani Pedrosa, sedangkan Nicky Hayden sudah menandatangani kontrak dengan Ducati saat GP di Laguna Seca.

Rossi Sulit Termotivasi dengan Ducati, kemana Dia akan Berlabuh?

Valentino Rossi mengakui bahwa untuk tetap termotivasi di tengah pergumulan masalah saat ini dengan Ducati adalah tantangan mental yang sangat besar, sebelumnya Rossi harus keluar dari balapan MotoGP Laguna Seca akibat terjatuh dua lap sebelum finis.

Juara dunia tujuh kali tersebut di sepanjang musim ini harus bersusah-payah untuk dapat cepat dilintasan kering, dan mendapati balapan yang sulit saat seri MotoGP mengunjungi Laguna Seca, Amerika Serikat. Rossi terjatuh di bagian yang disebut ‘cockscrew’, bagian tersulit di sirkuit Laguna Seca.

“Ini adalah akhir pekan yang sangat sulit, dan ditutup dengan terjatuh dengan sangat keras di tempat yang tidak saya harapkan,” ujar Rossi di situs resmi MotoGP.

“Saya kehilangan (cengkraman ban) depan begitu aku menyentuh rem dan bagi saya itu sangat mengejutkan karena saya cukup lambat. Tapi selama akhir pekan ini kami telah memiliki beberapa kesulitan untuk mendapatkan suhu yang cukup untuk ban depan, sehingga ban depan setelah 30 lap seperti ban yang baru dipakai.

“Sayang sekali, terutama karena kita telah punya masalah ini untuk waktu yang lama dan kami tidak dapat memperbaikinya.”

MotoGP sekarang sedang libur tiga pekan sebelum balapan berikutnya di Indianapolis, Rossi mengakui bahwa mempertahankan semangat kerja dengan podium yang tidak terlihat sangatlah sulit.

“Sangat sulit paruh pertama musim. Mungkin lebih buruk dari tahun lalu, atau kurang lebih sama,” ungkapnya.

“Sangat sulit untuk tetap konsentrasi dan menjaga tenaga yang cukup –secara fisik serta mental– untuk tetap fokus ketika memahami bahwa Anda hanya bisa bersaing untuk posisi yang tidak terlalu penting.

“Tapi kita memiliki setidaknya delapan balapan lagi. Tahun lalu babak kedua sangat buruk, jadi kita harus menjaga konsentrasi dan mencoba untuk berbuat maksimal disetiap akhir pekan.”

Rossi belum memutuskan di mana ia akan membalap untuk tahun 2013, secara bergantian dihubungkan dengan perpanjangan kontrak kedua dengan Ducati atau kembali ke Yamaha. Ia berharap libur musim panas akan memberinya kesempatan untuk berpikir lebih jernih akan pilihannya.

“Saya akan memutuskan dalam minggu-minggu besok, mungkin sebelum Indy (GP Indianapolis), karena saya tidak bisa berpikir terlalu banyak saat akan lomba karena otak saya mesti konsentrasi. Tapi saya rasa pada hari-hari berikutnya dan minggu depan saya akan mengambil keputusan,” ujarnya.

Dua sponsor besar seperti Coca-Cola serta Marlboro telah menyatakan siap ada dibelakang Rossi. Inilah yang membuat isu kepindahannya ke Yamaha sangatlah besar. Setelah kepindahan Rossi ke Ducati, Yamaha kehilangan sponsor utamanya dan akhirnya menjalankan balap tanpa sponsor yang mana ini menjadi beban finasial bagi Yamaha. Bila Rossi dapat kembali ke Yamaha itu merupakan angin segar bagi Yamaha karena Rossi dipastikan membawa sponsor besar bagi Yamaha.

Sementara ini di tim-tim pabrikan hanya Honda saja yang telah memutuskan dua pembalap pabrikannya untuk tahun 2013, Dani Pedrosa dan Marc Márquez (Moto2).

Setelah kembali mengontrak Lorenzo untuk musim depan, Tim Yamaha masih menyisakan satu kursi pembalap pabrikan setelah kontraknya dengan Ben Spies tidak diperpanjang.