Rossi Komentar Tentang Stoner VS Lorenzo.

Valentino Rossi tidak terlibat dalam persaingan jadi juara dunia musim ini. Meski begitu, The Doctor mengaku antusias dengan persaingan sengit yang terjadi antara Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

Ada 20 poin yang kini menjadi pemisah jarak antara Stoner dengan Lorenzo di puncak klasemen. Dengan persaingan yang selalu sengit antara keduanya di setiap race dan balapan yang masih menyisakan delapan seri lagi, kompetisi antara keduanya bakal seru hingga akhir musim.

Sejauh ini Stoner masih lebih unggul mengingat dia sudah memenangi lima balapan, sementara Lorenzo cuma kebagian dua kali. Meski begitu, Rossi menyebut kalau rivalitas dua pembalap itu masih terbuka sangat lebar, terlebih masih ada paruh kedua musim yang bisa mengubah banyak hal.

“Buat saya, kejuraan tahun ini masih terbuka lebar dan saya pikir Stoner sedikit lebih cepat, tapi Jorge juga sangat cepat dan secara mental sangat kuat,” sahut Rossi seperti diberitakan MCN.

Di samping soal pembalap, Rossi juga melihat kalau motor Honda dan Yamaha punya keunggulan masing-masing pada karakter trek yang berbeda. Inilah yang membuat kompetisi antara pembalap asal Australia dan Spanyol itu bakal sengit sampai tuntas.

“Saya pikir pada lintasan seperti Laguna Seca, seperti sebuah trek stop and go, Honda memiliki keunggulan dibanding Yamaha dan di saat bersamaan Yamaha bisa bertarung dengan Honda pada lintasan yang cepat dan halus.”

“Dua puluh poin bukanlah apa-apa dan saya pikir itu akan menjadi pertarungan yang hebat di paruh kedua musim. Buat saya Stoner mungkin lebih cepat dan Lorenzo lebih kuat, jadi semua tergantung mana yang lebih penting,” pungkasnya.

source:detikcom

NEW Honda NSF 250R – untuk Moto-3

Honda memperkenalkan motor baru untuk berlaga di Moto-3. Kelas baru (250cc 4-tak) yang akan menggantikan kelas 125 cc yang masih menggunakan mesin 2-tak.

Honda NSF 250R 4-stroke engine for Moto-3

Honda NSF 250R 4-stroke engine for Moto-3

Honda NSF 250R 4-stroke engine for Moto-3. (klik tiap gambar untuk mendapatkan resolusi maksimum)

Rossi Minta Maaf Kepada Stoner. (Video)

Valentino Rossi mengakui, dia telah membuat sebuah kesalahan yang berujung pada sebuah senggolan dengan pembalap Repsol Honda, Casey Stoner. Akibatnya, mereka jatuh dan Stoner gagal melanjutkan lomba pada seri kedua MotoGP 2011 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (3/4/2011), sedangkan dirinya bisa menyelesaikan balapan 26 lap tersebut dan finis di urutan kelima.

Insiden tersebut terjadi di lap ketujuh ketika Rossi ingin melakukan manuver untuk merebut posisi kedua yang ditempati Stoner. Sayang, saat mengambil dari sisi dalam ketika menikung ke kanan, motor Rossi tergelincir dan jatuh sehingga Stoner yang berada di sampingnya terlibat dalam kecelakaan. Setelah dibantu oleh para petugas, Rossi bisa melanjutkan lomba. Sebaliknya, Stoner, yang menjadi pemenang seri perdana di Qatar, harus meninggalkan arena balapan dan istirahat.

Usai lomba, Rossi pergi ke garasi Honda untuk bertemu Stoner, yang meraih pole position. “The Doctor” menyatakan penyesalannya telah membuat rivalnya tersebut gagal menuai poin di seri kedua ini.

Berikut petikan percakapan Rossi-Stoner dalam pertemuan singkat tersebut.

Stoner (tersenyum): Bagaimana dengan bahumu? Apakah baik-baik saja?

Rossi (masih mengenakan helm): Saya sangat menyesal.

Stoner: Tak apalah. Anda memiliki masalah dengan bahumu?

Rossi: Saya melakukan sebuah kesalahan.

Stoner: Ya. Tentu saja ambisimu mengalahkan bakatmu.

Rossi: Eh?

Stoner: Ambisi lebih dari bakat.

Rossi: Saya sangat menyesal.

Stoner: Tidak masalah.

Di Sirkuit Jerez, Rossi, pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP, memiliki rekor sangat bagus karena dia sudah meraih enam kemenangan di kelas premier. Bandingkan dengan Stoner yang belum pernah menang di Sirkuit Jerez. Juara dunia 2007 tersebut baru satu kali naik podium pada musim 2009 bersama Ducati, itu pun karena finis di posisi ketiga.

source:kompas

Aoyama Mengalahkan Simoncelli di Ujicoba Sepang.

Pembalap pendatang baru di MotoGP, Hiroshi Aoyama dan Marco Simoncelli melanjutkan persiapan mereka untuk musim 2010 dengan ujicoba tiga hari di sirkuit Sepang, Malaysia.

Para ‘rookies’ diperbolehkan untuk melakukan ujicoba terbatas dengan jarak tempuh yang juga dibatasi, para mantan pembalap 250cc mengambil kesempatan ini untuk memperoleh lebih banyak pengalaman lagi sebelum Natal. Selain hujan yang mengguyur lintasan pada sore hari mereka menikmati cuaca kering sepanjang ujicoba berlangsung.

Pembalap Honda Interwetten, Hiroshi Aoyama, merupakan pembalap tercepat pada ujicoba kali ini, catatan terbaiknya 2 menit 2,3 detik mengalahkan Simoncelli dari Gresini Honda dengan 0,9 detik.

“Sangat penting bagi kami melakukan ujicoba di Sepang saat ini,” ujar Aoyama. “Keadaannya ideal; terlepas dari hujan yang terjadi Selasa sore.

“Saya harus banyak belajar, karena motor MotoGP berbeda jauh dengan 125cc dan 250cc. Saya harus membiasakan diri dengan kontrol traksi dan kenyataan bahwa semua bekerja secara elektronik. Saya puas dengan hasil hari ini, tapi saya ingin melakukan lebih banyak lagi.”

Simoncelli merasa dia dapat lebih cepat, tapi cukup puas dengan catatan waktu yang dicapainya.

“Saya gembira. Saya berharap dapat sedikit lebih cepat lagi tapi catatan waktu lap bukanlah target utama kami disini dan saya sangat puas dengan apa yang telah kita peroleh,” ujarnya setelah selesai ujicoba pada hari Rabu.

Untunglah hari ini hujan tidak turun dan kami dapat melakukan simulasi balapan. Saya melakukan 21 putaran dengan catatan waktu konsisten 2 menit 4 detik — bahkan selama beberapa lap terakhir dimana kondisi ban sudah mulai habis. Sebelumnya catatan waktu saya 2 menit 3,2 detik tapi saya merasa dapat sedikit lebih cepat lagi jika saja lintasan berada dalam kondisi yang lebih baik.”

Pedrosa Pakai Pneumatis di Indianapolis.

Dani Pedrosa

Dani Pedrosa

Pembalap tim Repsol Honda Dani Pedrosa akan memulai debut balapnya dengan ban Bridgestone dan juga mesin Honda RC212V berkatup-pneumatis akhir pekan mendatang di Indianapolis.

Rekan satu timnya Nicky Hayden, yang masih tetap memakai ban Michelin, sebelumnya telah memakai mesin Honda berkatup pneumatis sejak di Donington Park, sementara itu Pedrosa masih menunggangi mesin Honda berkatup konvensional (per), yang mana dia telah memenangi dua seri balapan dengannya.

Pedrosa telah menguji mesin berkatup-pneumatis yang telah disempurnakan saat pengujian paska-balap di Misano, dimana dia 0.7 detik lebih cepat dibandingkan dengan motor Honda sebelumnya yang berkatup per.

“Indianapolis merupakan akhir pekan yang penting bagi kami, tetapi sulit untuk berbicara banyak mengenai sirkuit tersebut sebab kami hanya tahu sedikit saja,” ujar Pedrosa. “Pengujian perdanaku dengan Bridgestone berjalan mulus. Setelah meninggalkan Misano kami harus berusaha dengan data yang ada guna meraih start sebaik mungkin di Indianapolis.

“Kami hanya punya waktu sesi latihan empat jam saja untuk sirkuit yang sama sekali baru, dengan ban dan mesin yang baru, jadi kami mesti berusaha sangat keras agar dapat memastikan kami memiliki paket yang baik di hari balapan.

“Saya telah mendengar bahwa (permukaan) sirkuitnya tidak begitu mencengkram dan nampaknya begitu sempit dengan tikungan yang lambat, jadi pengendalian mesin akan sangat penting. Lagipula, kami akan selalu melakukan yang terbaik. Dan senang rasanya berada didepan para fans Amerika setelah di Laguna Seca lalu saya absen karena cedera yang didapat saat GP Jerman,” tambahnya.

“Dani memiliki feeling yang baik dengan ban barunya dan mesin katup-pneumatis di pengujian Misano, jadi kami akan melihat perkembangannya kedepan. Di Indianapolis dia perlu seluruh kemampuannya untuk menyetel mesin secepat mungkin,” ungkap manajer tim Kazuhiko Yamano.

Kemenangan Impian, Tapi Pedrosa Ingin Lebih.

Dani PedrosaDani Pedrosa tampil dominan dan sukses memenangi seri MotoGP Catalunya di depan publiknya sendiri. Rasa terimakasih diluncurkan oleh Pedrosa untuk kerja keras timnya.

Di sirkuit Catalunya, Minggu (8/6/2008), Pedrosa sukses menyelesaikan lomba di urutan pertama diikuti oleh pembalap Yamaha Valentino Rossi dan penunggang Ducati Casey Stoner.

“Saya pikir saya sudah menjalani balapan yang hebat kali ini. Saya senang, tapi saya harus berterimakasih kepada tim karena kemarin segalanya berjalan kurang baik,” ungkap Pedrosa seusai balapan seperti dilansir Autosport.

Di sesi latihan bebas dan kualifikasi, Pedrosa memang merasa kurang sreg dengan motornya. Kemudian timnya  mengubah setting motor pembalap Spanyol itu untuk sesi balapan.

“Pagi ini, mereka memakai setting untuk balapan yang belum pernah kami gunakan sebelumnya. Ternyata bekerja dengan sempurna. Terimakasih untuk tim. Saya sedikit bermasalah pasca pemanasan, tapi mereka mengubah set-up di rangka untuk balapan dan berjalan baik,” sambung pemuda 22 tahun itu.

Pedrosa yang berada di depan sendirian, sempat memimpin lebih dari delapan detik di depan Rossi dan Stoner yang tengah berebut posisi runner-up. Kemudian Pedrosa bermain aman dan akhirnya finis 2,8 detik di depan Rossi.

“Mereka melaju sangat cepat di akhir karena sedang bertarung untuk posisi kedua. Sementara saya lebih santai. Sedikit sulit untuk fokus saat kita melaju sendirian dalam banyak lap,” ujar pengoleksi 28 gelar juara GP di berbagai kelas tersebut.

Kemenangan Pedrosa di Catalunya ini membuat koleksi poinnya merangkak ke angka 135 atau hanya tertinggal tujuh poin di belakang Rossi yang memimpin di depan. Namun Pedrosa menampik klaim bahwa perebutan titel dunia kini adalah antara dirinya versus Rossi.

“Saya pikir Rossi sedang sangat kuat saat ini. Tapi Stoner juga membalap dengan sangat baik. Kita tidak boleh melupakan dia,” tandas Pedrosa.

sumber: detiksport

Dani Pedrosa, Kami Butuh Kemenangan.

Dani Pedrosa at MugelloMemulai balapan di GP Italia dari posisi kedua, Dani Pedrosa harus bersusah payah melewati garis finis di urutan ketiga. Karena sulit meraihnya, pembalap Honda itu merasa bersyukur.

Di Sirkuit Mugello, Pedrosa tak mampu mengejar sang penguasa Mugello, Valentino Rossi, yang meraih pole position, dan bahkan di akhir-akhir lap harus diasapi oleh Casey Stoner yang mengendarai Ducati. Pedrosa pun harus puas finis di posisi tiga di belakang Rossi dan Stoner.

“Ini balapan yang sulit karena dari awalnya, balapan berlangsung dalam ritme yang sangat tinggi,” ungkap Pedrosa.

“Kami mencoba mengejar Valentino tapi itu tak mungkin. Saya hanya mencoba mempertahankan posisi kedua tapi Stoner sangat cepat di akhir-akhir lap, jadi saya tak bisa melakukannya,” tegasnya.

Setelah digeser Stoner ke posisi tiga, Pedrosa pun mengaku masih khawatir akan dilewati pembalap lain, yakni Alex de Angelis, yang terus-menerus tercatat sebagai pemegang lap tercepat saat itu. Maka setelah urutan tiga sukses diraihnya, pemuda Spanyol itu pun lega.

“Saya khawatir de Angelis akan mendekatiku, tapi saya akhirnya dapat mempertahankan posisi tiga. Itu tak sempurna, tapi baik,” tegasnya.

Merasa hasil ini jauh dari harapan, Pedrosa pun segera membidik seri MotoGP selanjutnya yang bertempat di negara asalnya, Spanyol. “Ini berat buat kami. Tapi balapan selanjutnya adalah Barcelona dan kami harap dapat semangat.”