GP250cc – Doni Tata Finis ke-16

Doni Tata PraditaDrama di sirkuit Jerez memunculkan Mika Kallio sebagai juara pertama kelas 250cc. Sementara pembalap asal Indonesia, Doni Tata, menyelesaikan lomba di urutan 16.

Awalnya balapan sepanjang 26 lap itu, yang digelar Minggu (30/3/2008), dikuasai oleh Alvaro Bautista dan Marco Simoncelli. Keduanya tampil dominan sejak awal dan telibat aksi saling susul di sepanjang lomba.

Pada delapan lap terakhir dominasi keduanya tak terpatahkan. Memimpin berdua di depan, Bautista dan Simoncelli meninggalkan jauh para pesaingnya di belakang sehingga membuat baapan seri kedua ini seolah-olah menjadi milik mereka berdua.

Tetapi, posisi pertama yang selalu berada di tangan Bautista sejak awal sempat direbut oleh Simoncelli pada lap 23. Tak butuh waktu lama bagi Bautista untuk kembali mengambil alih pimpinan lomba karena satu lap berselang ia sudah kembali memimpin.

Pada lap terakhir terjadilah insiden yang tak diduga oleh keduanya. Simoncelli yang berusaha menyalip Bautista tak sengaja menyenggol bagian belakang motor Bautista sehingga keduanya pun jatuh dan tak dapat melanjutkan lomba.

Praktis Mika Kallio yang tak memiliki lawan dan berada di posisi ketiga langsung menempati urutan pertama. Kallio bisa dibilang beruntung karena saat itu jaraknya dengan dua pembalap terdepan terpaut sangat jauh. Rider Finlandia itu menyelesikan lomba dengan catatan waktu 45 menit dan 27,908 detik.

Sementara itu Doni Tata yang mengawali lomba dari posisi 23, harus puas kembali finis di posisi terakhir, yakni 16. Doni menorehkan catatan waktu 45:52,650 atau terpaut satu lap dari sang pemenang lomba. Sebelumnya, pada seri pertama di Losail, Doni finis di urutan 17, sedangkan enam pembalap tidak menyelesaikan lomba.

Hasil GP 250cc:

  1. Mika Kallio KTM 45:27,908
  2. Mattia Pasini Aprilia +4,277
  3. Yuki Takahashi Honda +4,287
  4. Hiroshi Aoyama KTM +4,876
  5. Hector Barbera Aprilia +5,968
  6. Alex Debon Aprilia +13,633
  7. Julian Simon KTM +16,372
  8. R.Locatelli Gilera +22,571
  9. Aleix Espargaro Aprilia +28,606
  10. Lukas Pesek Aprilia +32,726
  11. Alex Baldolini Aprilia +38,602
  12. R.Wilairot Honda +43,371
  13. Karel Abraham Aprilia +54,159
  14. Manuel Hernandez Aprilia +1:21,938
  15. Imre Toth Aprilia +1 lap
  16. Doni Tata Yamaha +1 lap
Iklan

SUM 41 Live Concert in Jakarta.

Sum 41

Sabtu, 3 Mei 2008
Tennis Indoor Senayan, Jakarta
20.00 WIB

SUM 41, band yang beraliran Punk, akan menggelar konsernya di Jakarta pada 3 Mei 2008 di Tennis Indoor Senayan.

Tiket:
Festival Rp 450.000
Tribune Rp 350.000

Short Biography

Sum 41 adalah band yang berasal dari Ajax, Ontario, Kanada. Awalnya Sum 41 dibentuk oleh Deryck Whibley (vokal, gitar) dan Steve Jocz (drum) yang merupakan teman semasa SMA. Nama Sum 41 dipilih karena band ini dibentuk 41 hari sebelum musim panas (summer). Anggota ketiga yang masuk adalah Dave Baksh (gitar), dan yang terakhir adalah Jason McCaslin (bass) pada tahun 1999 setelah sempat berganti-ganti pemain bass. Mereka merilis album pertama mereka pada tahun 2000 yang berjudul Half Hour of Power di bawah label Island Record.

Sejarah
Manajer pertama mereka adalah Greig Nori, vokalis Treble Charger. Deryck meminta Greig Nori untuk menjadi manajer Sum 41. Greig Nori berpendapat bahwa Deryck adalah seorang anak yang sangat berambisi menjadi bintang rock. Sebagian besar lagu Sum 41 ditulis oleh Deryck, beberapa ditulis oleh Stevo, lagu-lagu yang ditulis Stevo seperti Pain for Pleasure (All Killer No Filler) dan Ma Poubelle (Underclass Hero) biasanya adalah hanya untuk lelucon. Stevo pernah berkata di Exposed, Much Music, tanpa Deryck kita hanya band yang memainkan lagu orang lain.

Pada tahun 2004, Sum 41 mengunjungi Republik Demokratik Kongo di mana terjadi perang saudara yg merupakan inspirasi album keempat mereka, Chuck. Nama Chuck didapat dari Chuck Pelletier, seorang A.U.N yang menyelamatkan hidup mereka ketika mereka di Kongo. Pada 12 Oktober album Chuck dirilis dengan suara yang lebih keras dan tidak ada humor lagi di dalamnya. Single pertamanya “We’re All To Blame” yang lebih terdengar metal daripada punk diikuti “Pieces” lagu tenang yang masuk Top Chart di Kanada dan “Some Say” singel yg hanya dirilis di Kanada bersamaan dengan “No Reason” yg videonya hanya ada di US dan Eropa.

Pada bulan Juli tahun 2006, Deryck menikah dengan Avril Lavigne, yang sudah bertunangan satu tahun sebelumnya. Sebelumnya pada tahun yang sama, gitaris Sum 41, Dave mengundurkan diri dari Sum 41. Alasannya adalah karena Dave merasa sudah tidak cocok lagi dengan musik Sum 41. Deryck pernah mengungkapkan bahwa Dave sebenarnya sudah tidak tertarik lagi dengan aliran musik Sum 41 sejak album Does This Look Infected?. Dan akhirnya setelah mendengarkan contoh lagu di album Underclass Hero, Dave memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuat band metal yang bernama Brown Brigade.

Cone pun juga mempunyai side-project band yang bernama The Operation M.D. dan beraliran Rock-Garage-Alternative. Cone berdua dengan Todd Morse (H2O, Juliette & The Licks) memang menginkan tidak banyak distorsi di band ini. Band yang berkonsep dokter ini mengeluarkan albumnya pada bulan Februari 2007 yang berjudul “We Have an Emergency” dan hanya dijual di Kanada. Ciri khas The Operation M.D. adalah kacamata bermotif caturnya yang dipakai masing-masing personil yaitu Dr. Dynamite (Cone) dan Dr. Rocco (Todd).

Album kelima mereka keluar tanggal 24 Juli 2007 yang berjudul Underclass Hero. Di album ini mereka kembali ke aliran asal mereka. Mereka mengakui mereka sangat bersemangat dalam pembuatan album ini. Albumnya pun lebih kaya akan suara dan liriknya pun lebih bagus. Dalam tur Underclass Hero, posisi Dave akan digantikan dengan Tom Thacker yaitu vokalis dan gitaris dari grup band Gob. Saking semangatnya, mereka selalu bilang kalau mereka akan tur kemana-mana.

Diskografi

Album Studio
* Half Hour of Power (27 Juni 2000)
– Singles : Makes No Difference, Dave’s Possessed Hair/It’s What We’re All About
* All Killer No Filler (8 Mei 2001)
– Singles : Fat Lip, In Too Deep, Motivation, Handle This (Jepang & Jerman)
* Does This Look Infected? (26 November 2002)
– Singles : Still Waiting, The Hell Song, Over My Head (Better Off Dead)
* Chuck (12 Oktober 2004)
– Singles : We’re All To Blame, Pieces, Some Say, No Reason (US & Eropa)
* Underclass Hero (24 Juli 2007)
– Singles : Underclass Hero, Walking Disaster, With Me

Album Konser
* Secret Garden: Live in London (2001)
* Sake Bombs & Happy Endings (2003)
* Go Chuck Yourself (2005)

Jelang MotoGP Qatar Progress Doni Meningkat

Doni Tata PraditaMeski belum mampu mencetak catatan waktu yang maksimal, Doni Tata tetap menunjukkan peningkatan. Dalam tes hari terakhir di Sirkuit Losail, torehan waktu Doni melampaui catatan pada dua hari sebelumnya.

Pada tes hari pertama, pemuda berusia 18 tahun itu membuat catatan waktu 2.08,94 detik. Sementara pada hari kedua ia memperoleh catatan waktu yang lebih baik lagi, yakni 2.07,579 detik. Meski belum mencapai posisi yang memuaskan Doni tetap menunjukkan sebuah progress yang baik.

Kemajuan tersebut pun ia lanjutkan pada tes hari terakhir, Selasa (4/3/2008). Dengan tunggangan motor bernomor 45, cah Sleman itu mencetak catatan waktu 2.05,567 detik, walaupun dirinya hanya mampu mencapai posisi 23. Sebagai perbandingan, Hector Barbera sebagai yang tercepat menorehkan catatan waktu 2.00,163 detik.

Dalam rilis yang diterima oleh detiksport, Doni mengatakan bahwa ia merasa bahagia bisa berkembang sedikit demi sedikit. “Saya sangat bahagia bisa berkembang selangkah demi selangkah. Saya sangat menyukai Losail dan membalap di bawah cahaya buatan sama sekali bukan masalah bagi saya,” ujarnya.

“Satu-satunya masalah adalah ketika kemarin saya memakai helm dengan pintu udara yang lebih besar. Banyak pasir yang masuk ke wajah saya. Tetapi ketika saya mengganti helm semuanya baik-baik saja,” imbuhnya.

Pihak tim Yamaha pun mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan olehnya dan menyatakan pembalapnya itu siap untuk mengkikuti musim pertamanya di kelas 250cc. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa pembalap muda Indonesia itu untuk terus belajar dengan sirkuit baru lainnya.

“Kami sangat bahagia Doni bisa memperbaiki catatan waktu kemarin. Pada akhirnya ia berhasil melalui jarak dari tiga kali Grand Prix penuh dan mencetak catatan lap tercepat. Ini merupakan hari yang sangat panjang dan itu menunjukkan fisiknya sangat siap,” tukas Technical Director Franz-Josef Schlogl.

Doni sendiri merasa tak sabar untuk bisa menjalani balapan debutnya. Ia pun yakin dirinya akan semakin membaik dan bisa lolos kualifikasi untuk race.

“Saya optimistis kami bisa berkembang lebih baik dalam sesi resmi dan lolos kualifikasi untuk balapan. Saya sangat menantikan Grand Prix saya bersama tim saya yang baru ini,” pungkas Doni.

GOooooooooooo!!!!! Doni!!! we all here pray for your luck! 🙂

sumber: detiksport