MOTOGP Hasil Balap – Misano, San Marino.

Podium GP San Marino. Rossi 2nd, Lorenzo 1st, Bautista 3rd.

Podium GP San Marino. Rossi 2nd, Lorenzo 1st, Bautista 3rd.

Hasil balap dari kejuaraan dunia MotoGP dari sirkuit Misano, San Marino. Putaran ke-13 dari 18 seri Kejuaraan Dunia MotoGP.

Pemegang pole position, Dani Pedrosa, mengalami masalah teknis sebelum start dimulai dan memaksanya untuk berbaris di posisi terakhir. Selepas beberapa tikungan setelah start, Pedrosa kemudian jatuh keluar lintasan setelah ban belakangnya menyentuh ban depan Hector Barbera saat posisi motor akan rebah ke kiri (tikungan), dan tidak dapat meneruskan lomba.

Kejutan lainnya adalah Valentino Rossi berhasil meraih posisi finis terbaiknya di lintasan kering sejak bergabung dengan tim Ducati tahun 2011. Dibalapan kali ini Rossi memakai sasis dan lengan ayun versi terbaru.

  1. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing (YZR-M1) — 42 menit 49.836 detik
  2. Valentino Rossi ITA Ducati Team (GP12)  + 4.398 detik
  3. Alvaro Bautista ESP San Carlo Honda Gresini (RC213V) + 6.055 detik
  4. Andrea Dovizioso ITA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) + 6.058 detik
  5. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing (YZR-M1) + 7.543 detik
  6. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) + 13.272 detik
  7. Nicky Hayden USA Ducati Team (GP12) + 40.907 detik
  8. Jonathan Rea GBR Repsol Honda (RC213V) + 43.162 detik
  9. Randy De Puniet FRA Power Electronics Aspar (ART CRT) + 1 menit 09.627 detik
  10. Michele Pirro ITA San Carlo Honda Gresini (FTR-Honda CRT) + 1 menit 13.605 detik
  11. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Suter-BMW CRT) + 1 menit 16.695 detik
  12. Yonny Hernandez COL Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) + 1 menit 19.073 detik
  13. James Ellison GBR Paul Bird Motorsport (ART CRT) + 1 menit 19.408 detik
  14. Danilo Petrucci ITA Came IodaRacing (Suter-BMW CRT) +1 lap
  15. David Salom ESP Avintia Blusens (FTR-Kawasaki CRT) +1 lap

Tidak finis:
Aleix Espargaro ESP Power Electronics Aspar (ART CRT) –23 lap
Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) — 4 lap
Mattia Pasini ITA Speed Master (ART CRT) — 1 lap
Hector Barbera ESP Pramac Racing (GP12) — 0 lap
Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) — 0 lap
Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing — 0 lap

Iklan

Rossi: Posisi ke-7 Sudah Maksimal.

Rossi finis ke-7 di GP San Marino, memulai balapan dari posisi ke-11.

Valentino Rossi merasa puas dengan posisi ketujuh yang diraihnya dalam balapan MotoGP San Marino. Menurut The Doctor, ini adalah hasil maksimal yang bisa didapat Ducati.

Start dari posisi ke-11, Rossi langsung melesat pada awal balapan, Minggu (4/9/2011). Dia merangsek ke posisi kelima pada akhir lap pertama dan bertarung dengan Andrea Dovizioso dan Marco Simoncelli untuk memperebutkan posisi keempat.

Namun, Rossi menurun pada pertengahan balapan. Dia tak mampu lagi berduel dengan Dovizioso dan Simoncelli, dan bahkan harus rela disalip Ben Spies.

“Ini adalah balapan yang bagus buat kami, karena kami tak berharap bisa secepat ini,” jelas Rossi di Autosport.

“Pagi ini kami membuat modifikasi posisi ban depan, dan ini membuat saya merasa lebih baik sehingga saya bisa berjuang lebih keras,” tambah juara dunia tujuh kali kelas primer ini.

“Saya membuat start bagus, juga tampil baik pada lap pertama dan kedua. Setelah itu saya juga masih bisa bersaing hingga pertengahan balapan. Setelah 18 lap, saya punya masalah dengan ban. Tapi, saya senang karena saya membalap dengan baik,” ujarnya.

“Sayangnya, sekarang inilah potensi kami. Tapi, ini lebih baik daripada balapan-balapan lainnya,” kata Rossi.

“Sekarang, kami menunggu menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih baik untuk memperbaiki penampilan,” tuntasnya.

source:detik

Stoner Kelelahan di Misano?

Casey Stoner menyalahkan stamina yang menurun saat balapan atas kegagalan menjuarai MotoGP San Marino, Minggu 4 September 2011. Pembalap Repsol Honda ini mengaku kehilangan tenaga di pertengahan balapan.

Setelah menang dalam tiga balapan terakhir, Stoner harus puas finis posisi ketiga di belakang Jorge Lorenzo (Yamaha) dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) pada balapan MotoGP San Marino. Padahal Stoner awalnya sempat percaya diri bisa memenangkan balapan.

Stoner mengaku sengaja membuntuti Lorenzo di awal balapan karena kondisi sebagian Sirkuit Misano yang basah. Namun, ketika trek mulai kering, stamina pembalap asal Australia itu justru menurun.

“Saat trek mulai kering, kami berdua mulai tampil lebih cepat dan saya merasa motor saya bekerja denga baik. Dan mungkin di pertengahan balapan, saya mulai merasa tidak nyaman, secara tiba-tiba saya merasa lelah,” ujar Stoner seperti dilansir Autosport.

“Saya kesulitan dengan rem, beberapa kali keluar jalur dan mulai mengerem lebih awal dari semestinya. Di situ saya kehilangan banyak waktu. Saya berusaha tampil lebih konsisten, tapi saya tidak mampu lagi mengejar Lorenzo,” lanjut Stoner.

Stoner berusaha setidaknya finis di posisi kedua di depan Pedrosa, “Namun saat saya ingin mempertahankan kecepatan, hal itu justru membuat saya kelelahan.”

Meski gagal meraih kemenangan, Stoner tidak panik dengan peluangnya menjadi juara dunia MotoGP 2011. Pemimpin klasemen sementara itu yakin staminanya akan kembali 100 persen saat tampil di MotoGP Aragon, 18 September mendatang.

source:vivanews

Rossi Ujicoba Dengan Ducati 1198 di Misano.

Rossi ujicoba menggunakan Ducati 1198 di Sirkuit Misano.

Hanya beberapa hari sebelum ujicoba resmi pertama MotoGP 2011, Valentino Rossi telah mengambil bagian dalam tes kejutan dengan Superbike Ducati di Misano.

Tes sejenis pernah dilakukan dilakukannya tahun lalu dengan Yamaha R1 untuk mengukur tingkat pemulihan dari cedera pada kakinya (patah kaki), kini superstar MotoGP asal Italia tersebut menggunakan Ducati 1198 untuk mengevaluasi kebugaran setelah operasi bahu pada pertengahan November lalu.

Tes Sepang pekan depan, dari tangga 1 hingga 3 Februari, akan menjadi pertama kalinya Rossi menunggangi motor MotoGP sejak operasi bahu, dan juga menandai debutnya di lintasan menggunakan balutan penuh warna merah Ducati Marlboro.

“Pertama-tama, terima kasih kepada Filippo (Preziosi) dan Ducati, yang menyelenggarakan tes ini,” ujar Rossi. “pihak Sirkuit Misano membolehkan kami menggunakan lintasan pada hari dimana Mattia (Pasini) berencana melaksakan ujicoba untuk mengetahui kondisi dirinya (Passini).

“Lintasan kurang lebih dalam kondisi apa yang kami harapkan: bahu yang menyakitkan-terutama saat sedang melakukan pengereman, sakitnya di bagian depan, di mana mereka menjahit otot tendon. Gerakan cukup stabil, dan mengenai daya tahan kami menjalaninya tidak terlalu buruk, namun terlepas dari itu semua, rasa sakit masih ada dan kondisiku belum begitu bugar.

“Saya berharap dapat sedikit lebih baik dalam beberapa hari ke depan sebelum ujicoba di Malaysia. Di Malaysia kami akan mengolah posisi berkendara dalam upaya memanfaatkan situasi dan mengumpulkan informasi penting dengan Desmosedici, meskipun aku tidak dalam kondisi terbaik.

“Hari ini saya melakukan total 25 lap dengan Superbike Ducati 1198, yang merupakan motor ‘bersejarah’ untuk Ducati: indah dan cepat. Aku menyukainya!”

Tidak ada catatan waktu resmi yang dirilis oleh Ducati. Rossi diprediksikan baru akan benar-benar pulih pada April atau Mei mendatang. Meski banyak yang beranggapan kalau itu hanya akal-akalan pihak Rossi dan Ducati sebagai bagian dari strategi menghadapi musim balap 2011.

MOTOGP Hasil Kualifikasi — Misano, Italia.

Pedrosa berhasil meraih pole-sittter di Misano.

Catatan keseluruhan hasil kualifikasi dari GP San Marino, putaran ke-12 dari kejuaraan dunia MotoGP musim 2010.

Stoner terjatuh di sesi awal kualifikasi…

1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team¬† — 1 menit 33.948 detik
2. Jorge Lorenzo ESP Fiat Yamaha Team — 1 menit 34.256 detik
3. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team — 1 menit 34.397 detik
4. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team — 1 menit 34.470 detik
5. Ben Spies USA Monster Yamaha Tech 3 — 1 menit 34.472 detik
6. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP — 1 menit 34.751 detik
7. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 — 1 menit 34.782 detik
8. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team — 1 menit 34.826 detik
9. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini — 1 menit 34.934 detik
10. Marco Melandri ITA San Carlo Honda Gresini — 1 menit 35.018 detik
11. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP — 1 menit 35.096 detik
12. Hector Barbera ESP Paginas Amarillas Aspar — 1 menit 35.259 detik
13. Hiroshi Aoyama JPN Interwetten Honda MotoGP — 1 menit 35.286 detik
14. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team — 1 menit 35.303 detik
15. Aleix Espargaro ESP Pramac Racing — 1 menit 35.438 detik
16. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP — 1 menit 35.629 detik
17. Mika Kallio FIN Pramac Racing — 1 menit 35.724 detik
Pembalap tercepat di sesi latihan bebas:
Jorge Lorenzo ESP Fiat Yamaha — 1 menit 34.627 detik (FP2)

Grand Prix San Marino 2009 – 6/09/2009:
Pole position: Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha — 1 menit 34.338 detik

Pembalap tercepat saat balap:
Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha — 1 menit 34.746 detik

*rencananya balapan MotoGP akan disiarkan secara langsung pada hari Minggu oleh Trans-7 jam 19:00 WIB.

Pengujian Paska-Balap – Misano, Debut Pertama Pedrosa dengan Bridgestone.

Debut Pedrosa dengan Ban Bridgestone

Debut Pedrosa dengan Ban Bridgestone

Keputusan mendadak Dani Pedrosa untuk pindah ke ban Bridgestone langsung membuahkan hasil. Pembalap Repsol Honda itu membukukan waktu tercepat pengujian paska-balap di Sirkuit Misano.

Setelah kembali gagal naik podium di GP San Marino akhir pekan lalu, Pedrosa mengeluarkan kabar mengejutkan terkait hubungannya dengan pabrikan ban Michelin. Merasa tak puas, pembalap asal Spanyol tersebut memutuskan akan menggunakan ban Bridgestone di seri Indianapolis dua pekan mendatang.

Pedrosa kini bisa menatap lebih optimis masa depannya di ajang MotoGP menyusul hasil memuaskan yang diraih dalam pengujian di Sirkuit Misano, Senin [1/9/2008]. Dalam debutnya dengan Bridgestone di atas motor Honda bermesin katup pneumatis dia berhasil menjadi yang tercepat.

Pedrosa mencatatkan waktu tercepat 1:34.652 secs. Hasil tersebut bahkan lebih cepat dari lap tercepat balapan akhir pekan lalu yang dicatatkan oleh Valentino Rossi yaitu 1:34.904 secs, meski masih dibawah catatan yang diraih Casey Stoner saat sesi kualifikasi (1:33.378 secs).

Tampil sebagai pembalap tercepat kedua adalah Shinya Nakano setelah motor Hondanya mampu menembus waktu 1:35.446 secs. Sementara di belakangnya ada pembalap Kawasaki, John Hopkins dengan catatan waktu 1:35.879 secs.

Putaran ke-14 kejuaraan dunia MotoGP akan bertempat di Indianapolis, Amerika Serikat, tanggal 14 September.

  1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (B) 1min 34.652 secs
  2. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 35.446 secs
  3. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 1min 35.879 secs
  4. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 1min 35.972 secs
  5. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 1min 36.101 secs
  6. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 1min 36.120 secs

Grand Prix San Marino 2008:
Pole position: Casey Stoner AUS Ducati Marlboro (B) 1min 33.378secs

Lap tercepat berdasarkan pabrikan:
Yamaha: Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha (B) 1min 34.904secs
Ducati: Casey Stoner AUS Ducati Marlboro (B) 1min 34.988secs
Honda: Dani Pedrosa SPA Repsol Honda (M) 1min 35.479secs
Suzuki: Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki (B) 1min 35.741secs
Kawasaki: John Hopkins USA Kawasaki Racing (B) 1min 36.710secs

Rossi: “Pressure” Penyebab Stoner Jatuh.

Rossi Mengejar Stoner

Rossi Mengejar Stoner

Valentino Rossi meyakini bahwa pressure yang dia letakkan pada Stoner merupakan faktor kunci sang juara dunia tersebut terjatuh saat sedang memimpin jalannya lomba di GP San Marino.

Untuk kali keduanya berturut-turut, Stoner terjatuh saat memimpin jalannya lomba dan sedang dikuntit oleh Rossi, yang kali ini gemilang juara untuk ketiga kalinya berturut-turut dan memperlebar jarak poin klasemen sebanyak 75 poin.

Pada lap pertama Rossi tertinggal dari Stoner setelah dilewati oleh Dani Pedrosa, tapi kemudian segera dia menyusulnya kembali setelah berhasil melewati Pedrosa dan tertinggal tiga detik dari Stoner sebelum dia terjatuh.

“Dia memaksakan diri, dan dititik seperti itu dia selalu mengambil racing line yang rapat, begitu juga dalam latihan,” ungkap Rossi.

“Sudah pasti dia mengerem terlalu keras dan kehilangan grip roda depannya. Dia tergelincir ketika terlalu memaksa dan saya hampir sepertinya, dia mencoba untuk memperlebar jarak.

“Bagaimanapun juga, seperti banyak kita lihat sebelumnya, jika kita dalam kondisi yang baik khususnya saat balapan kita tidak lebih lambat darinya. Kecuali dua atau tiga kali, saya lebih banyak finis didepan daripada dia.

“Jadi mungkin dia memaksa terlalu keras dan kehilangan grip ban depannya. Hari ini permukaanya sedikit lebih licin. Di tikungan saya juga mendapat beberapa peringatan.”

Tapi sementara Rossi yakin dia mempunyai catatan waktu yang sama dengan Stoner, dia mengakui bahwa dia mungkin saja tidak akan mampu mengejar Ducati merah tersebut.

“Casey terlalu banyak memaksa, tapi dia tidak dapat menjauh dariku,” ujar Rossi dalam konferensi press. “Di beberapa lap saya bertambah, beberapa lainnya saya kehilangan. Ini lomba yang panjang dan saya tidak tahu apakah saya dapat menangkapnya. Tapi bagaimanapun saya senang sebab settinganku baik dan ketika saya melihatnya tergelincir, saya pikir ini baik bagi kami untuk perebutan kejuaraan.”

Lomba di Misano merupakan seri MotoGP yang terdekat dari kota asal Rossi, dan dia membenarkan bahwa tekanan mempengaruhinya sebelum lomba – terutama ketika dia tak dapat melanjutkan lomba di tahun lalu.

“Saya merasa grogi sebelum balap sebab disini di Misano teman-temanku ada semua, seluruh keluargaku juga, hanya anjingku saja yang tidak datang…” ujarnya.

“Jadi sangat sulit untuk berkonsentrasi. Ada banyak tekanan dibelakangku, selalu positif, tapi saya merasa sedikit grogi sebab dalam sesi latihan kami berusaha keras dengan settingan. Juga tahun lalu sangat buruk, mesinnya rusak setelah tiga lap.”

Hasil ini membuat Rossi telah menyamai rekor Giacomo Agostini dengan 68 kali juara di kelas utama – meski Rossi memastikan kepada teman legenda Italianya bahwa rekor keseluruhannya belum terpatahkan.

“Saya berjanji padanya saya tidak akan mencapai rekor yang lainnya, sebab 122 kemenangan – atau 123 seperti katanya – adalah berat, dan begitu pula dengan 15 titel,” canda Rossi.