Dovizioso Ingin Ikut Mengembangkan RCV 212.

Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso meyakini Honda perlu dirinya untuk mengembangkan RCV 212 dalam usaha perebutan gelar Kejuaraan Dunia MotoGP.

Dovizioso memenangkan seri Donington Park pada musim keduanya di MotoGP, sementara itu Pedrosa memenangi seri di Laguna Seca dan Valencia, namun keduanya hanya menempati posisi kedua dan keenam pada klasemen akhir pembalap.

Dovizoso mengakui bahwa kemarin merupakan musim yang sulit dan menghendaki Honda agar mengikuti sarannya di 2010.

“Bagi saya 2009 adalah tahun pertama dimana ia merasa pintu dibanting di wajahnya,” ungkapnya kepada Motosprint. “Aku ke tempat mimpi setiap orang tapi saya tidak mendapatkan hasil.

“Saya bukan Valentino [Rossi] yang diminta oleh Yamaha untuk mengembangkan motor dan setiap orang selalu mengikutinya. Saya tidak diberikan wewenang oleh Honda untuk segera mengubah apa yang aku ingin ubah.

“Itu juga karena perubahan yang saya inginkan terlalu besar. Honda mengatakan “tidak mungkin untuk melakukan segalanya sekarang, lebih baik bekerja untuk 2010.” Saya ingin mengubah banyak hal dan orang-orang di Honda telah mengerti situasinya.”

Dovizioso percaya perubahan yang dia inginkan dapat membantu Pedrosa untuk memenangkan gelar di 2010.

“Menurut pendapat saya, Pedrosa juga bisa memperoleh manfaat dari modifikasi yang saya minta. Dia dapat dengan mudah bersaing untuk perebutan gelar, saya yakin dia bisa melakukannya.”

Iklan

Kemenangan Impian, Tapi Pedrosa Ingin Lebih.

Dani PedrosaDani Pedrosa tampil dominan dan sukses memenangi seri MotoGP Catalunya di depan publiknya sendiri. Rasa terimakasih diluncurkan oleh Pedrosa untuk kerja keras timnya.

Di sirkuit Catalunya, Minggu (8/6/2008), Pedrosa sukses menyelesaikan lomba di urutan pertama diikuti oleh pembalap Yamaha Valentino Rossi dan penunggang Ducati Casey Stoner.

“Saya pikir saya sudah menjalani balapan yang hebat kali ini. Saya senang, tapi saya harus berterimakasih kepada tim karena kemarin segalanya berjalan kurang baik,” ungkap Pedrosa seusai balapan seperti dilansir Autosport.

Di sesi latihan bebas dan kualifikasi, Pedrosa memang merasa kurang sreg dengan motornya. Kemudian timnya  mengubah setting motor pembalap Spanyol itu untuk sesi balapan.

“Pagi ini, mereka memakai setting untuk balapan yang belum pernah kami gunakan sebelumnya. Ternyata bekerja dengan sempurna. Terimakasih untuk tim. Saya sedikit bermasalah pasca pemanasan, tapi mereka mengubah set-up di rangka untuk balapan dan berjalan baik,” sambung pemuda 22 tahun itu.

Pedrosa yang berada di depan sendirian, sempat memimpin lebih dari delapan detik di depan Rossi dan Stoner yang tengah berebut posisi runner-up. Kemudian Pedrosa bermain aman dan akhirnya finis 2,8 detik di depan Rossi.

“Mereka melaju sangat cepat di akhir karena sedang bertarung untuk posisi kedua. Sementara saya lebih santai. Sedikit sulit untuk fokus saat kita melaju sendirian dalam banyak lap,” ujar pengoleksi 28 gelar juara GP di berbagai kelas tersebut.

Kemenangan Pedrosa di Catalunya ini membuat koleksi poinnya merangkak ke angka 135 atau hanya tertinggal tujuh poin di belakang Rossi yang memimpin di depan. Namun Pedrosa menampik klaim bahwa perebutan titel dunia kini adalah antara dirinya versus Rossi.

“Saya pikir Rossi sedang sangat kuat saat ini. Tapi Stoner juga membalap dengan sangat baik. Kita tidak boleh melupakan dia,” tandas Pedrosa.

sumber: detiksport

Pedrosa 1st, Rossi 2nd, Stoner 3rd – GP Catalunya.

Race Result GP Catalunya

Hasil balap keseluruhan dari Grand Prix Catalunya di Barcelona, Spanyol. Ronde ke-7 Kejuaraan Dunia MotoGP musim 2008.

1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 43min 2.175 secs
2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 43min 4.981 secs
3. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 43min 5.518 secs
4. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 43min 13.068 secs
5. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 43min 18.601 secs
6. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 43min 23.657 secs
7. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 43min 23.723 secs
8. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 43min 24.455 secs
9. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 43min 24.550 secs
10. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 43min 49.100 secs
11. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 44min 0.166 secs
12. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 44min 1.343 secs
13. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 44min 2.954 secs

Tidak finis:
Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 19min 1.576 secs
Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 17min 23.460 secs
Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 17min 23.501 secs

Bendera hitam:
Toni Elias SPA Alice Team (B) (tidak melaksanakan penalty karena ‘mencuri start’)

Dani Pedrosa, Kami Butuh Kemenangan.

Dani Pedrosa at MugelloMemulai balapan di GP Italia dari posisi kedua, Dani Pedrosa harus bersusah payah melewati garis finis di urutan ketiga. Karena sulit meraihnya, pembalap Honda itu merasa bersyukur.

Di Sirkuit Mugello, Pedrosa tak mampu mengejar sang penguasa Mugello, Valentino Rossi, yang meraih pole position, dan bahkan di akhir-akhir lap harus diasapi oleh Casey Stoner yang mengendarai Ducati. Pedrosa pun harus puas finis di posisi tiga di belakang Rossi dan Stoner.

“Ini balapan yang sulit karena dari awalnya, balapan berlangsung dalam ritme yang sangat tinggi,” ungkap Pedrosa.

“Kami mencoba mengejar Valentino tapi itu tak mungkin. Saya hanya mencoba mempertahankan posisi kedua tapi Stoner sangat cepat di akhir-akhir lap, jadi saya tak bisa melakukannya,” tegasnya.

Setelah digeser Stoner ke posisi tiga, Pedrosa pun mengaku masih khawatir akan dilewati pembalap lain, yakni Alex de Angelis, yang terus-menerus tercatat sebagai pemegang lap tercepat saat itu. Maka setelah urutan tiga sukses diraihnya, pemuda Spanyol itu pun lega.

“Saya khawatir de Angelis akan mendekatiku, tapi saya akhirnya dapat mempertahankan posisi tiga. Itu tak sempurna, tapi baik,” tegasnya.

Merasa hasil ini jauh dari harapan, Pedrosa pun segera membidik seri MotoGP selanjutnya yang bertempat di negara asalnya, Spanyol. “Ini berat buat kami. Tapi balapan selanjutnya adalah Barcelona dan kami harap dapat semangat.”

Hasil Kualifikasi MotoGP – Le Mans.

Dani Pedrosa

Hasil kualifikasi keseluruhan dari GP Perancis di sirkuit Le Mans, ronde ke-5 MotoGP musim 2008.

1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 1min 32.647 secs
2. Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 1min 32.774 secs
3. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 1min 32.994 secs
4. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 1min 33.157 secs
5. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team (M) 1min 33.269 secs
6. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 1min 33.286 secs
7. James Toseland GBR Tech 3 Yamaha (M) 1min 33.396 secs
8. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 33.440 secs
9. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 1min 33.628 secs
10. Andrea Dovizioso ITA JiR Team Scot MotoGP (M) 1min 33.689 secs
11. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 33.707 secs
12. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 1min 33.723 secs
13. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 34.077 secs
14. Toni Elias SPA Alice Team (B) 1min 34.561 secs
15. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 1min 34.670 secs
16. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 1min 34.747 secs
17. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 1min 35.081 secs
18. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 1min 35.349 secs

Waktu latihan tercepat:
Colin Edwards USA Tech 3 Yamaha (M) 1min 33.765secs (FP3

GP Perancis 2007 – 20/05/2007:
Pole position: Colin Edwards USA Fiat Yamaha (M) 1min 33.616secs
Fastest lap: John Hopkins USA Rizla Suzuki (B) 1min 38.678secs (wet)

Pedrosa Memimpin pada Free Practice 2 di Sirkuit Estoril, Portugal.

Dani Pedrosa at Estoril

Pimpinan klasemen sementara MotoGP 2008 Dani Pedrosa membukukan waktu tercepat saat latihan bebas ke-2 di sirkuit Estoril di Portugal, Jum’at sore waktu setempat.

Dengan lintasan yang sepenuhnya telah kering dari hujan pada pagi hari, para pembalap akhirnya dapat melakukan beberapa persiapan yang berguna.

Pedrosa telah menorehkan waktu tercepat pada awal sesi latihan dan, kemudian dapat dipatahkan oleh Colin Edwwards dan kemudian Valentino Rossi bergerak ke posisi puncak catatan waktu di menit akhir, tapi juara GP Spanyol di Jerez ini dapat meresponnya dan pada menit penutupan berhasil mencatatkan waktu terbaiknya dengan 1 menit 38.057 detik.

Pemuda kelahiran Spanyol ini hampir saja kehilangan kesempatannya ketika dia secara tidak sengaja terhalang oleh Alex de Angelis dan kemudian harus membatalkan lap-nya.

Rossi berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua, hanya selisih 0.040 detik saja dengan Pedrosa, Edwards juga tampil gemilang dengan Tech 3 Yamaha dan membukukan waktu tercepat ketiga dibelakang Rossi.

Rekan satu tim Pedrosa, Nicky Hayden menempati posisi empat tercepat, sempat mengalami keluar lintasan karena kehilangan titik pengereman. Pemuda Amerika tersebut finis didepan Jorge Lorenzo dan Dovizioso.

Juara bertahan Casey Stoner mengalami kendala di sesi sore ini, padahal pada sesi paginya dapat menempati posisi pertama pada catatan waktu dimana lintasan masih agak basah.

Pembalap Ducati Marlboro ini sempat terjatuh di menit awal sesi sore ini dan kemudian melanjutkan kembali setelah 20 menit kemudian, tapi Stoner banyak menghabiskan waktunya di pit untuk mengurusi motornya dengan para mekanik, meskipun hanya menyelesaikan 19 lap saja, dia hanya dapat menempati posisi ke-7 pada catatan waktu.

  1. 1. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (M) 1min 38.507 secs
    2. Valentino Rossi ITA Fiat Yamaha Team (B) 1min 38.547 secs
    3. Colin Edwards USA Yamaha Tech 3 (M) 1min 38.632 secs
    4. Nicky Hayden USA Repsol Honda Team (M) 1min 38.688 secs
    5. Jorge Lorenzo SPA Fiat Yamaha Team (M) 1min 38.868 secs
    6. Andrea Dovizioso ITA JiR Scot Team (M) 1min 39.171 secs
    7. Casey Stoner AUS Ducati Marlboro Team (B) 1min 39.202 secs
    8. Shinya Nakano JPN San Carlo Honda Gresini (B) 1min 39.309 secs
    9. Randy de Puniet FRA LCR Honda MotoGP (M) 1min 39.332 secs
    10. John Hopkins USA Kawasaki Racing Team (B) 1min 39.474 secs
    11. Loris Capirossi ITA Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 39.591 secs
    12. Chris Vermeulen AUS Rizla Suzuki MotoGP (B) 1min 39.946 secs
    13. James Toseland GBR Yamaha Tech 3 (M) 1min 40.055 secs
    14. Alex de Angelis RSM San Carlo Honda Gresini (B) 1min 41.033 secs
    15. Marco Melandri ITA Ducati Marlboro Team (B) 1min 41.112 secs
    16. Anthony West AUS Kawasaki Racing Team (B) 1min 41.572 secs
    17. Sylvain Guintoli FRA Alice Team (B) 1min 41.875 secs
    18. Toni Elias SPA Alice Team (B) 1min 43.262 secs

Circuit Record Lap:
Nicky Hayden, Repsol Honda Team, 1’37.493 (2007)

Circuit Best Lap:
Valentino Rossi, Camel Yamaha Team, 1’36.200 (2006)

Lorenzo vs Pedrosa “Persaingan Panas” Dimulai!

Lorenzo VS PedrosaDani Pedrosa lebih senior bagi Jorge Lorenzo, namun sikap pembalap Repsol Honda itu membuat rookie dari tim Fiat Yamaha ini kecewa.

Sikap yang dimaksud adalah tidak adanya niatan Pedrosa memberi selamat atas apa yang diraihnya di seri Qatar dua minggu lalu saat menjadi runner up. Bahkan saat mengisi podium, kedua pembalap terlihat tidak bertegur sapa.

Lumrahnya, tiga juara akan saling mengucapkan selamat di atas podium, atau bahkan sebelum bergerak ke panggung juara. Namun Lorenzo mengaku tidak mendapat kehangatan itu dari Pedrosa.

“Saya tak suka ia tidak memberi selamat kepada saya, meskipun kami semua mampu dan bisa mengucapkan apa yang kami ingin sampaikan,” sindir Lorenzo.

“Jika saya jadi dia (Dani Pedrosa), saya pasti memberi selamat kepada pendatang baru yang finis kedua,” sambungnya.

Dugaan awal, Pedrosa masih menyimpan kenangan persaingan panas di kelas 125 cc dan 250 cc. Klimaksnya adalah tabrakan yang terjadi antara mereka saat Grand Prix 2005 di Jerman yang menyebabkan Lorenzo jatuh dan Pedrosa mengalami kerusakan pada knalpotnya namun masih dapat menjuarai grand prix tersebut, Rossi juga pernah terpleset dibagian track tersebut saat di Sachsenring tahun lalu (2007) ketika mencoba meng-overtake Anthony West.

Namun, tak seperti Lorenzo, Pedrosa sepertinya memilih untuk menyimpan kenangan masa lalu itu dan membawanya ke level MotoGP. Lorenzo pun menilai Pedrosa tak seharusnya bersikap seperti itu.

“Saya berusaha untuk baik kepada semua, menjadi lelaki sejati dan jika memang ada orang yang lebih baik dari saya, maka ia pantas diberi selamat. Berat memang, tapi saya akan tetap menyelamatinya,” tandasnya.

Apapun itu, tambah Lorenzo, rivalitas seperti itu merupakan bumbu kompetisi. Yang terpenting adalah meraih yang terbaik di setiap seri dan memburu gelar juara dunia.